RELUNG.ID — Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sumatera Selatan pada awal Februari 2026 menunjukkan pola yang patut diwaspadai. Meski jumlahnya tercatat masih relatif terkendali, kelompok usia sekolah justru menjadi penyumbang terbesar penderita.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat total 55 kasus DBD hingga awal Februari. Sekitar 40 persen di antaranya menyerang anak usia 5–14 tahun serta kelompok usia di atas 15 tahun, menandakan tingginya kerentanan pada usia produktif dan pelajar.
Pengelola Program P2 Malaria Dinkes Sumsel, Didit, mengungkapkan bahwa tren kasus sejauh ini cenderung menurun. Namun, ancaman belum sepenuhnya hilang setelah satu kasus kematian akibat DBD dilaporkan terjadi di Kabupaten Muara Enim.
“Dari informasi sementara, kasus cenderung menurun dan ada satu kematian di Muara Enim,” ujarnya.
Sebaran kasus menunjukkan Kota Palembang sebagai wilayah dengan jumlah penderita terbanyak, mencapai 28 kasus. Disusul Kabupaten Lahat dengan 13 kasus dan Muara Enim sebanyak 9 kasus. Sementara itu, Musi Banyuasin mencatat 2 kasus, serta masing-masing satu kasus di Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Didit menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui hingga 10 Februari mendatang. Hingga kini, pemerintah daerah juga belum menerima laporan keresahan masyarakat terkait peningkatan signifikan kasus dengue di kabupaten/kota.
“Harapannya tetap aman. Sejauh ini belum ada laporan keresahan dari daerah terkait dengue,” katanya.[THQ]

