Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Debat Panas Menteri PKP Ara dan Hercules: Ngurus Negara Ini Harus Punya Nyali
Politik

Debat Panas Menteri PKP Ara dan Hercules: Ngurus Negara Ini Harus Punya Nyali

RiyadiBy Riyadi08/04/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terlibat perdebatan dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, saat meninjau lahan milik negara di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terlibat perdebatan dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, saat meninjau lahan milik negara di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Perdebatan tersebut terjadi ketika Ara mengecek langsung lahan yang selama ini diketahui dikuasai organisasi masyarakat (ormas). Lahan tersebut rencananya akan dimanfaatkan pemerintah untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam pertemuan itu, Ara menegaskan bahwa tujuan pemerintah adalah membangun rumah untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pengembang.

Baca juga :   Hercules Tantang Pemerintah Buktikan Status Lahan Tanah Abang, Soroti Nasib Warga Kecil

“Tujuan saya mau membangun untuk rumah rakyat di sini. Jadi bukan untuk pengembang,” ujar Ara.

Menanggapi hal tersebut, Hercules menyatakan bahwa lahan yang dikelola pihaknya memang merupakan milik negara dengan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Ia pun menegaskan tidak keberatan jika lahan tersebut digunakan pemerintah.

“Kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan,” kata Hercules.

Baca juga :   Jokowi Pasang Badan untuk PSI: Siap Turun Hingga Akar Rumput Jelang Pemilu 2029

Meski demikian, Ara menekankan pentingnya keberanian negara dalam menertibkan aset-aset yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Ia menyebut masih banyak lahan negara yang dikuasai pihak lain, termasuk milik PT Kereta Api Indonesia.

“Kita tahu negara ini adalah negara hukum. Tanah negara harus digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat. Jangan ragu-ragu,” tegas Ara.

Ara juga mengungkap bahwa temuan serupa tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Bandung dan Medan, di mana lahan-lahan strategis dikuasai pihak lain.

Baca juga :   Pencalang Tolak GRIB Jaya: Kami Tidak Butuh Ormas dari Luar!

Menurutnya, pemerintah akan mengambil kembali lahan tersebut untuk mendukung program pembangunan perumahan rakyat, khususnya rumah susun (rusun) di kawasan perkotaan.

“Kita akan kuasai kembali untuk kepentingan negara dan rakyat. Mengurus negara ini harus punya nyali untuk menegakkan kebenaran,” ujarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meninjau langsung permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, dan berjanji menyediakan hunian layak.

Baca juga :   Hercules Minta Maaf ke Sutiyoso, tapi Ogah ke Gatot Nurmantyo


Pemerintah kini mulai merealisasikan program tersebut dengan pembangunan rusun di kawasan Kramat, Senen. Pada tahap awal, sebanyak 324 unit hunian ditargetkan rampung pada Juni 2026.

Selain itu, PT KAI juga menyiapkan sekitar 500 unit tambahan, sehingga total hunian yang akan dibangun mencapai 824 unit. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi warga yang selama ini tinggal di kawasan rawan seperti bantaran rel kereta api.[YKP]

Ara Hercules Menteri PKP
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleFajar Sadboy Alami Kecelakaan Motor, Amanda Manopo Minta Doa
Next Article Perajin Tahu di Lubuklinggau Perkecil Ukuran Imbas Harga Kedelai Naik Akibat Perang
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,891 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,764 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,737 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?