RELUNG.ID — Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, mengingatkan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret 2025.
Cuaca ini dipengaruhi oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur.
“Beberapa wilayah kabupaten dan kota perlu meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat menyebabkan banjir, genangan, longsor, dan kerusakan jalan serta jembatan,” kata Siswanto pada Senin (10/3/2025).
Dampak cuaca ekstrem ini sudah mulai dirasakan sejak awal Maret 2025, dengan bencana hidrometeorologi terjadi di sejumlah wilayah seperti Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU Selatan, OKU, Muba, Banyuasin, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Palembang.
Siswanto menambahkan bahwa naiknya debit air di beberapa sungai besar seperti Sungai Ogan, Komering, Lematang, Kikim, Rupit, dan Muara Kelingi turut memperparah kondisi ini.
“Warga yang tinggal di bantaran sungai perlu mengantisipasi kemungkinan luapan banjir yang bisa terjadi saat hujan deras turun. Kami mengingatkan bahwa bulan Maret 2025 masih dalam periode musim hujan,” tegas Siswanto.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi seperti akun Instagram @infocuacasumsel dan Facebook infocuacasumsel.
Dengan tetap waspada dan mengikuti informasi terkini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko dan dampak dari bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi.[THQ]
Buatkan judul

