RELUNG.ID – Kondisi miris dialami sebuah keluarga besar di Kecamatan Babelan, Kota Bekasi.
Sebanyak 15 orang, yang terdiri dari lima kakak beradik beserta anak-anak mereka, terpaksa hidup berdesakan dalam satu gubuk reyot di atas tanah negara.
Keadaan mereka semakin memprihatinkan karena keterbatasan ekonomi membuat beberapa anak putus sekolah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang tengah meninjau wilayah terdampak banjir di Babelan, dibuat terkejut saat menemukan keluarga ini.
Ia melihat langsung bagaimana mereka bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan.
“Ya Allah ya Rabbi, hidup begini amat, ini Bekasi bro. Ampun kayak begini,” ucapnya dengan nada prihatin.
Selain tempat tinggal yang tidak layak, fakta bahwa beberapa anak keluarga ini tidak dapat melanjutkan pendidikan semakin memperparah situasi.
Seorang anak berusia 19 tahun hanya sempat menamatkan sekolah hingga SD, sementara anak lainnya yang berusia sekitar 8 tahun belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Menyadari keadaan ini, Dedi Mulyadi mengungkapkan pemerintah tengah mengupayakan solusi dengan mendata status tanah negara yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat tinggal warga yang membutuhkan.
“Kita akan cek dulu status tanahnya. Kalau memungkinkan, kita akan bangunkan rumah panggung supaya mereka punya tempat yang lebih layak dan tidak terdampak banjir lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut, terungkap bahwa keluarga ini sebelumnya tinggal di Jakarta.
Mereka terpaksa pindah ke Babelan setelah rumah mereka digusur untuk pembangunan rumah susun. Dengan keterbatasan yang ada, mereka akhirnya menetap di lahan tersebut meski dalam kondisi serba kekurangan.
Sebagai langkah awal, Dedi Mulyadi memberikan bantuan berupa sejumlah uang serta modal usaha untuk berjualan sayur.
Ia juga berjanji akan mencari solusi jangka panjang agar keluarga ini bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. (KPB)
