Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Warga Terdampak Longsor Cisarua Masih Tunggu Bantuan Kontrakan dari Dedi Mulyadi
Regional

Warga Terdampak Longsor Cisarua Masih Tunggu Bantuan Kontrakan dari Dedi Mulyadi

RiyadiBy Riyadi27/01/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Warga terdampak bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, masih menanti realisasi bantuan uang kontrakan yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hingga Selasa (27/1/2026), sebagian pengungsi mengaku belum menerima bantuan maupun kejelasan pendataan resmi. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Warga terdampak bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, masih menanti realisasi bantuan uang kontrakan yang sebelumnya dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Hingga Selasa (27/1/2026), sebagian pengungsi mengaku belum menerima bantuan maupun kejelasan pendataan resmi.

Keluhan tersebut disampaikan warga yang saat ini bertahan di posko pengungsian Kantor Desa Pasirlangu. Mereka menyebut janji bantuan sebesar Rp 10 juta per kepala keluarga belum sepenuhnya terealisasi, meski sudah berhari-hari mengungsi sejak longsor melanda kawasan tersebut.

Hanifah (20), warga RT 05 RW 11 Kampung Pasirkuning, mengatakan keluarganya telah empat hari meninggalkan rumah pascakejadian longsor. Meski bangunan utama rumahnya tidak roboh, bagian belakang rumah tertimbun material longsoran.

Baca juga :   Dihantam Ombak, Dua Nelayan Berhasil Selamat dari Perairan Sungai Musi

“Rumah saya tidak terdampak langsung, tapi bagian belakang sudah habis. Kami mengungsi sejak kejadian,” ujar Hanifah.

Ia mengaku hingga kini belum menerima bantuan uang kontrakan sebagaimana yang dijanjikan. Bahkan, menurutnya, belum pernah ada pendataan resmi dari petugas.

“Belum dapat uang kontrakan dan belum ada sosialisasi. Katanya ada yang sudah dapat, tapi saya belum,” katanya.

Baca juga :   Pansus II DPRD Sumsel Soroti Serapan Anggaran, Dorong Evaluasi Program Secara Menyeluruh

Selain merusak rumah, longsor juga menghilangkan sumber penghidupan keluarganya. Lahan sawah milik orang tuanya tersapu longsor, termasuk dua ekor sapi.

“Sawah kami habis, dua sapi juga ikut terbawa,” ucap Hanifah.

Keluhan serupa disampaikan Jejen (35), warga yang tinggal di zona merah longsor. Ia menyebut hingga kini belum ada tindak lanjut jelas terkait bantuan yang dijanjikan pemerintah provinsi.

Baca juga :   Hendak Melarikan Diri, Dua Pelaku Pembunuhan di Plaju Ditangkap di Pelabuhan Merak

“Informasinya wilayah kami masuk zona merah, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan bantuan,” kata Jejen.

Jejen mengaku sempat mempertanyakan kelanjutan bantuan melalui media sosial. Namun, respons yang diterimanya justru bernada intimidatif.

“Saya hanya bertanya, tapi malah diserang. Ada yang kirim pesan supaya saya tidak komentar macam-macam,” ujarnya.

Baca juga :   Bapak di Palembang Laporkan Kedua Anaknya atas Dugaan Penganiayaan

Ia juga membantah tudingan alih fungsi lahan yang diarahkan kepada warga. Menurut Jejen, lahan yang longsor merupakan tanah pribadi yang telah lama dimiliki keluarganya.

“Itu tanah pribadi saya, sekitar 100 tumbak. Sedih rasanya kalau dituduh macam-macam,” ucapnya.

Jejen mempertanyakan langkah pemerintah jika wilayah tersebut memang dinilai rawan bencana. Menurutnya, relokasi seharusnya dilakukan jauh sebelum longsor terjadi.

Baca juga :   Waspada, Lima Daerah di Sumsel Berpotensi Banjir Hingga Longsor

“Kalau memang rawan, kenapa tidak direlokasi dari dulu. Sampai sekarang juga masih banyak keluarga saya yang belum ditemukan,” katanya.

Terpisah, Incident Commander (IC) Bencana Longsor Cisarua, Ade Zakir, membenarkan bahwa bantuan belum diterima oleh seluruh warga terdampak.

“Kemarin bantuan disalurkan berdasarkan data pengungsi yang ada. Tapi setelah ada bantuan uang, jumlah pengungsi bertambah,” ujar Ade.

Baca juga :   Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Melayat Karyawati KompasTV Korban Tewas Kecelakaan KA di Bekasi

Menurut Ade, bantuan dari Gubernur Jawa Barat sebesar Rp 10 juta per kepala keluarga akan disalurkan secara bertahap dengan memprioritaskan korban paling terdampak.

“Rekapannya ada di Pemprov. Setelah data fix, kami kunci dan sepakati bersama RT, RW, dan kepala desa,” katanya.

Hingga kini, warga terdampak longsor Cisarua masih menunggu kepastian pendataan, penyaluran bantuan, serta langkah lanjutan pemerintah provinsi dalam penanganan pascabencana.

Baca juga :   Merasa Difitnah, Selebgram di Palembang Ancam Bakal Lapor ke Polisi

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan setiap kepala keluarga yang rumahnya terdampak langsung longsor akan menerima bantuan Rp 10 juta sebagai bekal hidup sementara. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi kepadatan pengungsian sekaligus memperlancar proses evakuasi dan pencarian korban.

“Daripada menumpuk di sini, lebih baik cari kontrakan. Setiap kepala keluarga kami siapkan Rp 10 juta untuk bekal hidupnya,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).[YKP]

Bantuan Cisarua Dedi Mulyadi Longsor Tunggu
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDPR RI Setujui Thomas AM Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI Periode 2026–2031
Next Article Ahok Bersaksi di Sidang Korupsi Tata Kelola Minyak, Bawa BAP dan Dokumen di Google Drive
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,893 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,766 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,738 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?