RELUNG.ID – Meski telah meminta maaf atas pernyataannya, tekanan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan terus meningkat.
Gus Miftah menuai kritik tajam setelah melontarkan kata “goblok” kepada seorang penjual es teh bernama Sunhaji yang berjualan di acara Magelang Bersholawat pada 27 November 2024. Peristiwa ini tidak hanya mencoreng citranya, tetapi juga memicu gelombang kemarahan publik, yang menilai tindakannya tidak pantas untuk seorang pejabat negara.
Hingga saat ini, terdapat tujuh petisi daring di situs Change.org yang mendesak Presiden Prabowo mencopot Gus Miftah dari jabatannya. Salah satu petisi bertajuk “Copot Gus Miftah dari Jabatan Utusan Presiden” menjadi yang paling banyak mendapat dukungan.
Petisi lain seperti “Mulut Miftah Comberan, Rakyat Marah, Presiden Harus Pecat!” dan “Tolak Gus Miftah yang Suka Merendahkan Sesama Manusia” turut menguatkan suara masyarakat yang kecewa.
Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menyebut tindakan Gus Miftah bertentangan dengan pesan yang sering disampaikan Presiden Prabowo tentang pentingnya memperhatikan masyarakat kecil.
“Pak Prabowo selalu menegaskan pentingnya memperjuangkan rakyat kecil, tetapi tindakan seperti ini justru bertolak belakang dengan nilai-nilai yang sering diutarakan,” ujar Hendri Satrio, Kamis (5/12/2024).
Ia juga menyoroti gestur Gus Miftah saat meminta maaf kepada Sunhaji, yang dinilai masih menunjukkan kesan intimidasi.
“Permintaan maaf itu langkah bagus, tetapi cara Gus Miftah merangkul Sunhaji terlihat terlalu erat, dan Sunhaji tampak tidak nyaman,” tambahnya.
Hendri menilai bahwa pemerintah perlu mengevaluasi komunikasi publik dari jajaran kabinet. Evaluasi ini, menurutnya, penting untuk menghindari kejadian serupa yang melukai hati rakyat.
“Langkah tegas dari Istana diperlukan untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Pak Prabowo serius mendengar suara rakyat. Evaluasi terbuka akan menjadi bukti nyata,” tandas Hendri.
Gelombang protes ini menjadi tantangan serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Keputusan terkait nasib Gus Miftah di kabinet akan menjadi ujian penting untuk menunjukkan apakah pemerintahannya mampu merespons suara publik dan menjaga kepercayaan rakyat. [AYK]

