Diduga membocorkan pungutan liar (Pungli) dalam kegiatan diksar, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, ALP (19) menjadi korban penganiayaan oleh seniornya
Hal ini diungkapkan langsung oleh kakak kandung korban, ZL (22), Senin (3/10).
Dia menjelaskan, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ALP bertugas sebagai panitia konsumsi. Adiknya menjadi panitia konsumsi dalam kegiatan diksar tersebut.
“Adik saya kemudian dituduh membocorkan rahasia internal organisasi yakni panitia melakukan pungli berupa meminta sembako kepada peserta di Bumi Perkemahan Pramuka Gandus,” kata ZL, Senin (3/10).
Akibat tuduhan tersebut, ALP pun lalu mengalami kekerasan fisik hingga dipukuli para seniornya sendiri hingga dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat, Minggu kemarin (2/10).
“Usai divisum, kami mendapati adanya kekerasan melebihi kekerasan fisik dan dia baru mau cerita kepada kami,” terangnya.
Mendengar penjelasan sang adik, dia mengaku pihak keluarga yang semula ingin berdamai terpaksa membatalkan rencana tersebut. Bahkan, mereka akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum agar para pelaku ditangkap. Dia juga meminta pihak kampus untuk bertanggung jawab. “Ya pihak kampus memberikan izin dan mengetahui kegiatan diksar tersebut,” tutupnya.
Seperti diketahui, ALP diduga menjadi korban kekerasan saat sedang mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang dilakukan di Bumi Perkemahan Gandus Palembang pada beberapa hari lalu.
Korban yang tercatat sebagai mahasiswa baru Fakultas Adab ini mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh seniornya. Kabar penganiayaan ALP ini pun viral di media sosial dan menjadi sorotan.
Ketua Tim Investigasi UIN RF Palembang, Kun Budianto membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini pihak kampus sedang mencari secara lengkap kronologi kejadian yang menimpa ALP,” pungkasnya.
