RELUNG.ID – Seorang wanita Lanjut Usia (Lansia) asal Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang sempat dilaporkan menghilang oleh anaknya pada Selasa 19 Mei lalu ternyata telah tewas dibunuh oleh menantunya.
Hal ini diketahui dari kejanggalan yang ditemukan pihak kepolisian. Dimana, barang bukti yang ditemukan tidak satu pun dalam kondisi kotor atau bersih dari kotoran.
Demikian diakui Kapolsek Ulu Musi, Iptu Arsan Fajr, Senin (25/5/2026).
Dia mengatakan, kejadian ini berawal saat korban berpamitan kepada anak menantunya bernama Angga pada Selasa (19/5/2026) untuk pergi ke keun di Kawasan Talang Ngongop, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Musi, Empat Lawang.
Kemudian, korban sempat bertemu dengan saksi dan minta untuk dijemput pada Kamis (21/5/2026) usai panen lada di kebunnya.
“Usai bertemu pada Selasa lalu, saksi sempat mengambil ojek untuk mengangkut barang hasil kebun. Saksi berpikir korban sudah pulang sendiri ke rumahnya,” katanya.
Saksi kemudian bertanya kepada anaknya keberadaan korban yang sudah pulang dari kebun ke rumah. Jarak kebun dengan rumah cukup jauh sekitar 1,5 jam pakai motor kebun. Keluarga kemudian panik.
Menurut Fajri, keluarga datang ke Polsek untuk melaporkan secara lisan bahwa ada keluarganya yang hilang saat berada di kebun. Pihaknya pun melakukan pencarian ke kebun bersama warga dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
“Kami bersama warga sudah melakukan pencarian ke kebun. Bahkan warga menemukan keranjang dan parang korban,” katanya.
Warga bahkan sudah menguras kolam air di kebun lada tersebut, namun tetap tidak menemukan korban. Hanya saja warga menemukan handphone tanpa SIM Card dan handphonenya bersih tidak terkena lumpur. Saat ini, handphonenya sudah dibawa untuk menjadi barang bukti.
Pencarian dilakukan dengan menyisir area perkebunan dan sekitar pondok kebun yang biasa ditempati menantu Aminah. Namun hingga kini, Aminah belum juga ditemukan.
“Dalam proses pencarian, pihak keluarga sebelumnya menemukan sejumlah barang milik Aminah berupa keranjang berisi buah lada, parang, dan botol air minum. Barang-barang tersebut ditemukan sekitar 10 meter dari pondok kebun milik Aminah,” ungkapnya.
Setelah melakukan penyelidikan akhirnya polisi mencurigai menantu korban, Angga. Bahkan Angga di tangkap di wilayah Lubuklinggau pada Minggu (24/5/2026) malam.
Saat diintrogasi, korban dibunuh dengan cara dipukul mengunakan batang kayu. Tragisnya, setelah dibunuh, jasad korban dimasukkan ke dalam karung dan dibuang ke sungai.
Ironisnya saat keluarga dan warga sibuk mencari korban. Pelaku pura-pura juga ikut mencari supaya tidak dicurigai oleh keluarga dan warga.
Peristiwa berdarah tersebut dilakukan pada Selasa (19/5) di kebun kopi. Pemicunya dari konflik keluarga di area perkebunan kopi.
Diduga kuat, pembunuhan ini dilatarbelakangi oleh perselisihan terkait pembagian hasil panen buah kopi antara pelaku dan korban.
Emosi yang memuncak membuat Angga gelap mata hingga tega menghabisi nyawa ibu mertuanya sendiri. Untuk menghilangkan jejak, pelaku memasukkan jenazah Aminah ke dalam sebuah karung, lalu membuangnya ke aliran sungai di kawasan Talang Jerambah, Ulu Musi.
Saat ini, Angga tengah mendekam di sel tahanan dan menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Memasuki hari keenam pasca-pembunuhan, jasad korban Aminah masih belum berhasil ditemukan. Pihak kepolisian dan warga setempat masih terus melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai tempat korban dibuang. (SLM)

