,Dinas Kesehatan Sumatra Selatan (Dinkes Sumsel) membantah adanya kasus pertama virus Mpox atau cacar monyet di Palembang.
Menurut hasil pemeriksaan, pasien berinisial J yang sempat dicurigai terjangkit Mpox ternyata hanya mengalami cacar biasa.
“Bukan cacar monyet, hanya cacar biasa. Hasil swab menunjukkan hasil negatif,” kata Kadinkes Sumsel, Trisnawarman, Selasa (3/9/2024).
Trisnawarman menjelaskan bahwa pasien J memang memeriksakan diri di Puskesmas 4 Ulu Palembang dan sampelnya segera diambil untuk pemeriksaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jenis virus yang mungkin menginfeksi pasien tersebut.
“Jika ada penemuan kasus suspek, probable, atau konfirmasi, kami langsung melakukan investigasi dalam 1×24 jam, termasuk pelacakan kontak erat,” ujarnya.
Dinkes Sumsel juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.33/7674/Kes/VII/2024 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Mpox di wilayah Sumsel sejak 28 Agustus 2024. Meskipun belum ada kasus terkonfirmasi, Trisnawarman menegaskan pentingnya antisipasi untuk mencegah penyebaran virus.
“Dinkes Sumsel sudah membuat SE ke seluruh Dinkes kabupaten/kota untuk pencegahannya,” tambahnya.
Dalam surat edaran tersebut, Dinkes Sumsel meminta agar seluruh Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota tetap waspada dan melakukan pengawasan di pintu masuk antarwilayah. Pengawasan ini dilakukan untuk mendeteksi dini dan melaporkan setiap kasus yang sesuai dengan definisi operasional yang ditetapkan.
“Kemudian, memantau, melaporkan, dan memastikan kasus sesuai dengan definisi operasional pedoman kepada Dirjen P2P melalui laporan Event Based Surveillance (EBS) di aplikasi SKDR dan PHEOC di nomor 0877-7759-1097. Data wajib di entri ke dalam aplikasi All Record TC-19 pada menu pencatatan Mpox,” tutup Trisnawarman. [AYK]

