RELUNG.ID — Seorang guru mengaji berinisial MM (54) asal Pekanbaru, Riau, harus berurusan dengan pihak berwajib setelah diduga melakukan tindak asusila terhadap tiga muridnya yang masih berusia 4 hingga 7 tahun.
Pelaku yang tinggal di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), diketahui merupakan tetangga dekat para korban yang berinisial KF, M, dan AO.
KBO Reskrim Polres OKI, Ipda Nuryadi, menjelaskan bahwa tindakan keji tersebut dilakukan oleh pelaku saat sesi mengaji berlangsung. Perbuatan tersebut akhirnya terbongkar pada Minggu, 11 Agustus 2024, ketika salah satu korban mengeluh sakit saat buang air kecil.
“Awalnya, orang tua korban menganggap hal itu biasa, sehingga tidak segera memeriksakan anaknya ke puskesmas,” ujar Nuryadi, Selasa (3/9/2024).
Namun, ketika keluhan sakit tersebut berlanjut keesokan harinya, kecurigaan orang tua korban pun meningkat. Pada Selasa (13/8/2024) pagi, korban akhirnya dibawa ke puskesmas oleh saudara iparnya, AF, untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Setibanya di puskesmas, dokter menemukan adanya luka lecet dan kemerahan di area vital korban, yang mengindikasikan adanya tindakan asusila,” jelas Nuryadi.
Setelah pemeriksaan, dokter bertanya kepada korban dengan siapa saja ia sering berinteraksi. Korban mengaku sering dekat dan digendong oleh “Pak Ustaz”, yang ternyata merujuk kepada pelaku MM. Dokter segera menginformasikan temuan tersebut kepada orang tua korban, yang kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak perusahaan tempat mereka bekerja.
“Setelah dipanggil ke kantor oleh pihak perusahaan dan dimintai keterangan, pelaku akhirnya mengakui telah melakukan tindakan asusila terhadap tiga murid ngajinya,” ungkap Nuryadi.
Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan sedang dalam proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menambah deretan kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang menuntut perhatian serius dari semua pihak. [AYK]

