RELUNG – Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Dinkes Sumsel) mengaku belum menerima laporan secara detail terkait insiden alat vital bocah berinisial MH (10) yang putus saat disunat oleh Kepala Puskesmas berinisial Z di Ogan Komering Ilir (OKI).
Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, menyatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan lengkap dari Dinkes OKI mengenai kejadian tersebut. Menurut Trisnawarman, informasi yang diperoleh saat ini masih sebatas dari pemberitaan yang beredar di media.
“Kita belum dapat laporan (lengkap) dari Dinkes OKI,” ujar Trisnawarman, Sabtu (8/6/2024).
Trisnawarman mengungkapkan bahwa insiden ini sangat tidak diharapkan oleh semua pihak yang terlibat. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan sunat yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas tersebut merupakan kegiatan pribadi di luar jam dinas resmi.
“Itu kegiatan pribadi praktik (bukan sedang berdinas),” jelasnya.
Saat ini, pihak Dinkes Sumsel masih menunggu laporan lengkap dari Dinkes OKI untuk mengetahui detail insiden dan langkah selanjutnya yang akan diambil.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan keprihatinan luas. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera menindaklanjuti kejadian ini dan memastikan tidak terjadi lagi insiden serupa di masa mendatang.[RG]

