RELUNG.ID – Niat pasangan Subagio dan Lia untuk mengkhitan sang anak, MH (9) berujung musibah.
Pasalnya, alat vital putra kesayangannya ini putus saat disunat oleh seorang kepala Puskesmas di OKI berinisial ZD pada Desember 2023 lalu.
“Kami tahu alat vital (kelamin) putranya ini terpotong saat dilakukan penjahitan. Namun, tiba-tiba alat vital sang anak terjatuh,” kata Lia warga Desa Kerta Mukti Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Usai kejadian tersebut, kepala Puskesmas di OKI berinisial ZD ini langsung membawa anaknya ke Palembang. Sayangnya, sesampainya di RSUP Mohammad Hoesin Palembang, alat vital anaknya tidak bisa disambung kembali.
Menurut Lia, hal itu dikarenakan keterlambatan penanganan operasi penyambungan alat vital yang terputus.
“Karena perjalanannya dari Mesuji Raya ke Palembang sangat jauh. Kata dokter yang menangani operasi, potongan kelamin anak saya seharusnya ditaruh di dalam batu es,” terangnya.
Dalam penanganan medis, anaknya harus dirawat selama 11 hari. Lia juga menjelaskan selama 1 bulan anaknya harus memakai alat bantu kateter urin untuk buang air kecil.
“Kalau sekarang anak saya sudah bisa bisa beraktivitas seperti biasanya, baik sekolah maupun bermain sepakbola,” ujar Lia.
Lia menambahkan, ZD pun bertanggung jawab penuh akan kesalahannya itu. Mulai dari pembiayaan rumah sakit hingga keperluan sehari-hari anaknya.
“Sekarang anak saya ya anaknya Pak ZD. Kami orang tuanya sudah dianggap adiknya sendiri,”ujarnya.

