Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Dinkes Sumsel Minta Pemkab Muba Kawal Kasus Kekerasan terhadap dr. Syahpri
Regional

Dinkes Sumsel Minta Pemkab Muba Kawal Kasus Kekerasan terhadap dr. Syahpri

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda13/08/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Video yang memperlihatkan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dimarahi oleh keluarga pasien dan dipaksa membuka masker viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @perawat_peduli_palembang. (Tangkapan Layar)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan meminta Pemkab Muba mengawal proses hukum kasus dugaan kekerasan terhadap dr. Syahpri Putra Wangsa di RSUD Sekayu, Musi Banyuasin (Muba). Meski pihak korban dan keluarga pasien disebut telah berdamai.

Kepala Dinkes Sumsel, dr. Trisnawarman, menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk terhadap tenaga kesehatan.

“Sudah kita tindak lanjuti. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Tidak boleh kekerasan terjadi di negara kita, apalagi terhadap dokter,” ujarnya, Rabu (13/8).

Menurut Trisnawarman, pihaknya telah menerima informasi bahwa korban bersama pihak RSUD, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinkes, dan tenaga profesi lainnya telah mendatangi Polres Muba untuk membuat laporan resmi.

Sebagai langkah lanjutan, Dinkes Sumsel telah mengirimkan surat kepada Dinkes Muba untuk melakukan pendalaman kasus. Surat tersebut memuat lima poin yang harus dilaporkan, yaitu identitas dokter yang terlibat, tempat praktik, kronologis singkat kejadian, kondisi terkini pasien dan tenaga medis, serta upaya penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit dan Dinkes Kabupaten.

“Kami meminta proses (hukum) harus tetap dikawal Pemkab Muba,”kata dia.

Kasus ini bermula dari video viral yang memperlihatkan dr. Syahpri diintimidasi keluarga pasien di ruang ICU VIP RSUD Sekayu. Peristiwa tersebut menuai kecaman luas dari publik dan komunitas medis.

Ketegangan memuncak ketika salah satu pria terlihat memegang bagian belakang leher dokter dan memaksa melepas masker. Keduanya juga mempertanyakan identitas dokter serta menuntut penjelasan terkait kondisi pasien yang mereka sebut sebagai ibu.

Dalam video, terdengar salah satu pria melontarkan keluhan soal pelayanan rumah sakit yang dinilai lambat. Ia menyebut telah menyewa ruang VVIP, namun merasa penanganan medis yang diberikan tidak memuaskan.

“Ibu saya ini setiap hari disuruh tunggu dahak, dikit-dikit tunggu dahak, hasil rontgen dia bilang, hasil rontgen, kita sewa ruangan VVIP ini untuk pelayanan,” ucap pria tersebut sembari merekam sang dokter.

Sementara itu, dr Syahpri Putra Wangsa mengaku, dirinya sudah melaksanakan pelayanan sesuai prosedur dan memberikan pelayanan terbaik.

“Pada kejadian tersebut saya dipaksa untuk membuka masker, tetapi didalam ruangan perawatan tersebut tidak diperbolehkan,” ucapnya.

Dengan kejadian ini dirinya pun membuat laporan di SPKT Polres Muba didampingi Direktur RSUD Sekayu, IDI Muba, dan Dinkes Muba dan laporan sudah masuk dan proses hukum kini berjalan di bawah penanganan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muba.

“Sudah dilaporkan kita menunggu proses saja,”kata dia.[THQ]

Dinkes Sumsel Dokter diintimidasi Pemkab Muba RSUD Sekayu
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAnak di Lubuklinggau Ancam dan Pukul Ayah Kandung Pakai Parang
Next Article Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Palembang Berpotensi Hujan Ringan
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,917 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,789 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,762 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?