RELUNG.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) terus memantau kondisi delapan siswa SDN 7 Tebingtinggi yang mengeluh sakit setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga basi dan mengandung ulat pada Selasa (18/2/2025).
Meskipun para siswa yang sempat menjalani perawatan dan observasi di puskesmas telah diperbolehkan pulang, Dinkes memastikan tetap memantau kesehatan mereka.
“Kami akan terus mengawasi kondisi anak-anak yang mengalami gejala mual, muntah, pusing, serta telah menjalani perawatan. Jika ada keluhan serupa dari siswa lainnya, kami imbau agar segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan,” ujar Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, Kamis (20/2/2025).
Pihak Dinkes juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Palembang guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut.
“Kami ingin mendapatkan kepastian dari hasil pemeriksaan sampel makanan untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” tambahnya.
Selain itu, Dinkes akan melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) ke Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga.
“Mulai dari peralatan yang digunakan, bahan makanan, sumber air, proses penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi akan kami periksa secara menyeluruh. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak Dinkes bersama SPPG juga akan mengadakan pelatihan bagi penyedia makanan serta pembinaan hygiene sanitasi pangan (HSP).
“Kami juga akan melatih para guru untuk mendeteksi makanan yang tidak layak konsumsi dengan cara melihat, mencium, dan mencicipinya. Selain itu, kami mendorong kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan untuk memastikan keamanan pangan bagi anak-anak,” pungkasnya.[THQ]

