RELUNG.ID-Aksi begal kembali terjadi di Kota Palembang. Kali ini, seorang perempuan menjadi korban perampasan sepeda motor saat hendak berangkat kerja pada dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Karantina, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban diketahui bernama Yulia (22), warga Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Dalam kejadian itu, sepeda motor Yamaha NMax BG 5348 JBT milik korban dirampas oleh dua pelaku yang membawa senjata tajam.
Yulia mengatakan, saat kejadian dirinya sedang mengendarai sepeda motor menuju tempat kerjanya di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
“Saya mau pergi kerja di Bandara dengan mengendarai motor. Tiba di Jalan Karantina, dua orang tiba-tiba memepet dari belakang. Saya kira cuma orang lewat biasa,” ujar Yulia, Sabtu (22/8/2026).
Aksi perampasan tersebut terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Dari rekaman itu, terdengar salah satu pelaku meneriakkan ancaman akan menembak korban.
Namun, Yulia mengaku tidak melihat adanya senjata api karena kondisi jalan yang gelap. Ia hanya melihat pelaku yang dibonceng mengeluarkan sebilah pisau berukuran besar.
“Ya memang pelaku teriak mau menembak, tapi tidak kelihatan saya karena gelap. Tapi pelaku yang dibonceng mengeluarkan pisau,” katanya.
Melihat pelaku membawa senjata tajam, Yulia tidak berani melakukan perlawanan. Ia kemudian terpaksa menyerahkan sepeda motornya setelah pelaku mengancam menggunakan senjata tersebut.
“Saya berteriak minta tolong, tapi kondisi saat itu sepi sehingga tidak ada orang yang menolong. Beruntung, tidak lama kemudian teman kerja melintas, jadi saya minta tolong dia,” ujarnya.
Yulia mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis kendaraan yang digunakan kedua pelaku karena kejadian berlangsung cepat dan kondisi sekitar masih gelap.
Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan adanya laporan terkait aksi begal tersebut.
“Betul laporannya ada di kami. Anggota Reskrim sedang menyelidiki,” kata Alex.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memburu kedua pelaku. [FZN]

