RELUNG.ID – Pengelola ruas Tol Kayuagung–Palembang mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan selama arus mudik Lebaran 2026. Salah satunya dengan menambah enam gardu satelit di Gerbang Tol (GT) Keramasan guna mempercepat proses transaksi bagi pengguna jalan.
Puncak arus mudik yang melintas di GT Keramasan diperkirakan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 20.900 unit.
Deputi Area Manajer Transaksi Ruas Tol Kayuagung–Palembang, Sumarno, mengatakan penambahan gardu satelit dilakukan untuk mengurangi potensi antrean kendaraan saat volume lalu lintas meningkat.
“Kami menyiapkan enam gardu satelit tambahan. Selain itu juga disiapkan delapan mobil rider serta petugas on call yang akan membantu percepatan transaksi, termasuk layanan jemput transaksi langsung ke kendaraan,” ujar Sumarno, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, peningkatan arus kendaraan di ruas tol tersebut sudah mulai terlihat sejak akhir pekan lalu. Pada periode Jumat (13/3/2026) hingga Sabtu (14/3/2026), tercatat sekitar 16.730 kendaraan melintas di GT Keramasan.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 17 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan total kendaraan yang melintas mencapai 16.370 unit.
Selain mempercepat proses transaksi, pengelola tol juga membuka barrier gate Keramasan Utama yang terhubung ke sejumlah arah perjalanan, seperti Gandus, Betung, Musi Landas, dan Pangkalan Balai.
Langkah ini dilakukan untuk membantu distribusi arus kendaraan selama masa mudik, sekaligus memanfaatkan jalur tol fungsional Palembang–Betung yang dapat diakses melalui gerbang tol Kayuagung, Pemulutan–Indralaya, dan Prabumulih.
“Barrier gate Keramasan Utama dibuka mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB selama jalur tol fungsional diberlakukan. Untuk sementara, kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya golongan I,” jelasnya.[THQ]

