RELUNG.ID – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar kuliah umum bertajuk “Ekoteologi dan Multikulturalisme: Eksistensi Peradaban Islam Melayu di Era Global”, Jumat (12/9/2025). Acara berlangsung di Ruang Seminar Lantai 3, Gedung Pascasarjana, Kampus Sudirman.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., tampil sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya ekoteologi sebagai fondasi peradaban Islam yang menekankan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam.
“Menjaga alam adalah bagian dari keberlanjutan kehidupan. Ekoteologi lahir dari relasi antara agama dan lingkungan. Kita harus aktif memperlambat kerusakan alam dan merawat hubungan dengan Tuhan serta sesama,” ujar Prof. Suyitno.
Ia menilai masyarakat Melayu sejak lama telah mempraktikkan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia juga memperkenalkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan lima pilar utama: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta sesama, dan cinta tanah air.
“Kurikulum ini bertujuan melahirkan insan humanis, nasionalis, naturalis, dan toleran,” tambahnya.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Adil, menegaskan bahwa kampus memiliki visi besar menjadi universitas riset bereputasi Asia Tenggara pada 2029.
“Mahasiswa Pascasarjana S2 dan S3 harus serius menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Kami dorong publikasi di jurnal bereputasi internasional seperti Scopus,” tegasnya.
Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hamidah, M.Ag., menyebut saat ini terdapat 391 mahasiswa aktif. Ia menekankan pentingnya dukungan akademik dan fasilitas memadai agar mahasiswa mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kuliah umum ini dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang, Kepala Biro AUAK IAIN Curup, para wakil rektor, dekan, pimpinan lembaga, dosen, serta mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Fatah. (DSK)

