RELUNG.ID-Nama Wakapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adex Yudiswan, menjadi perbincangan publik setelah video dirinya membasuh kaki kedua orang tuanya viral di media sosial. Momen haru tersebut terjadi setelah Adex mendapat promosi jabatan sebagai orang nomor dua di Polda Metro Jaya.
Di tengah perhatian publik, muncul pula spekulasi mengenai latar belakang keluarganya. Adex ramai disebut sebagai perwira tinggi Polri keturunan Tionghoa. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi yang dapat memastikan klaim mengenai latar belakang etnis tersebut.
Di balik perbincangan itu, Adex ternyata memiliki keterikatan dengan Sumatera Selatan. Jenderal polisi bintang dua tersebut lahir di Gumawang, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, pada 3 Desember 1974.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse, khususnya penanganan tindak pidana khusus dan kejahatan siber.
Sebelum dipercaya menjabat Wakapolda Metro Jaya, Adex mengemban sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri. Di antaranya Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Karojakstra Stamarena Polri, Kabagpinludagri Rojakstra Srena Polri, Dirreskrimsus Polda Kalimantan Tengah, hingga Wakapolres Metro Jakarta Barat.
Pernah Pimpin Evakuasi Korban Pesawat Aviastar
Salah satu catatan penting dalam perjalanan karier Adex terjadi ketika menjabat Kapolres Luwu pada 2015. Saat itu, ia memimpin langsung Tim 30 dalam operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat Aviastar rute Masamba-Makassar di kawasan Hutan Latimojong, Sulawesi Selatan.
Operasi tersebut berlangsung di medan ekstrem yang menyulitkan proses pencarian. Adex bersama tim menyusuri kawasan hutan untuk menemukan lokasi jatuhnya pesawat sekaligus mengevakuasi para korban.
Dalam operasi itu, Adex disebut menjadi salah satu personel yang berhasil menemukan titik puing pesawat, mengevakuasi korban, serta membawa keluar kotak hitam atau *black box* pesawat.
Dedikasinya dalam operasi kemanusiaan tersebut turut mengangkat namanya. Selain penanganan kecelakaan pesawat, Adex juga mendapat apresiasi atas upayanya mendorong modernisasi pelayanan publik di lingkungan kepolisian.
Atas sejumlah capaian tersebut, ia dianugerahi Pin Emas Kapolri oleh Jenderal Pol Idham Azis. Ia juga disebut masuk dalam daftar 16 polisi inovatif di Indonesia.
Adex juga tercatat mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Salah satu inovasi yang pernah diluncurkannya adalah aplikasi Go Sigap. Aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan kepolisian, termasuk menyampaikan pengaduan dan meminta bantuan dalam situasi darurat.
Saat menjabat Kapolres Gresik, Adex juga disebut berhasil membawa institusi tersebut meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional.
Kini, jabatan Wakapolda Metro Jaya menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Dengan pengalaman panjang di bidang reserse dan berbagai posisi strategis yang pernah diemban, Adex mendapat tanggung jawab membantu Kapolda Metro Jaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya. [vid]

