RELUNG.ID – Setelah menjalani perawatan selama empat hari di rumah sakit, Nurrafli (47), pedagang pecel lele yang menjadi korban penyerangan oleh belasan remaja bermotor di Jalan Merdeka, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, kini berangsur pulih dan telah kembali ke rumah.
Nurrafli mengalami luka tusuk cukup serius di bagian bawah ketiak yang menembus hingga mengenai paru-paru. Sementara itu, anaknya, Destian Audroy (25), mengalami luka gores pada tangan dan paha akibat serangan tersebut.
Destian mengatakan ayahnya telah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang pada Sabtu lalu setelah menjalani perawatan intensif.
“Alhamdulillah, bapak saya sudah pulang pada Sabtu kemarin. Saat ini tinggal menjalani masa pemulihan di rumah,” ujar Destian, Senin (1/6/2026).
Meski kondisi sang ayah membaik, peristiwa yang terjadi masih meninggalkan trauma bagi dirinya. Destian mengaku kini tidak lagi berani berjualan hingga larut malam seperti biasanya.
“Sampai sekarang saya masih trauma. Biasanya kami tutup jualan sekitar pukul 01.00 atau 02.00 WIB, sekarang paling lambat pukul 00.00 WIB sudah tutup.
Bahkan untuk belanja kebutuhan dagangan pun saya tidak lagi ke Pasar Jakabaring karena masih merasa takut,” ungkapnya.
Terkait kasus tersebut, Destian mengatakan pihak keluarga masih menunggu perkembangan penyelidikan dari kepolisian setelah laporan resmi dibuat di Polsek Ilir Barat I Palembang.
“Kami masih menunggu kabar dari polisi. Jika ada informasi yang kami dapatkan, pasti akan kami sampaikan kepada pihak kepolisian,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas para pelaku.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami sedang menghimpun keterangan saksi dan informasi lainnya untuk mengungkap pelaku penusukan tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Nurrafli menjadi korban penyerangan oleh sekelompok remaja bersenjata tajam pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Merdeka, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.
Saat kejadian, Nurrafli bersama anaknya, Destian, hendak memulai aktivitas berdagang. Menurut keterangan Destian, peristiwa bermula ketika dirinya pergi membeli es batu.
Saat melintas di depan Puskesmas Merdeka, tiba-tiba muncul sekelompok remaja dari sebuah lorong gelap sambil membawa senjata tajam.
“Salah satu pelaku langsung mengayunkan senjata tajam ke arah saya hingga mengenai lengan dan paha. Mereka berjumlah sekitar 15 orang dan semuanya membawa senjata tajam,” kata Destian.
Ia menuturkan para pelaku juga sempat berteriak dan mengancam sebelum melakukan penyerangan.
“Pelaku keluar dari lorong gelap di samping Puskesmas sambil berteriak, ‘Mati kau’ dan ‘Ini nah bistek, sini kalau berani’,” ujarnya.
Untuk menyelamatkan diri, Destian berlari ke seberang jalan dan berlindung di sebuah kedai kopi. Sementara sepeda motor yang ditinggalkannya dirusak oleh para pelaku.
Akibat insiden tersebut, Nurrafli mengalami luka tusuk serius yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. (FZP)

