RELUNG.ID – Petani padi di Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, menghadapi musim panen dengan hasil yang jauh dari harapan.
Serangan hama wereng dan tikus membuat produksi padi anjlok. Kondisi tersebut diperparah kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah lahan pertanian mulai kekurangan air.
Di beberapa kawasan ladangan, petani bahkan dilaporkan mengalami gagal panen total.
Salah seorang petani, Leki, mengatakan serangan wereng dan tikus menjadi penyebab utama merosotnya hasil panen tahun ini.
“Gagal panen ini dikarenakan hama, hama wereng sama tikus,” kata Leki.
Menurut Leki, terdapat sekitar lima kawasan ladangan yang selama ini menjadi lokasi masyarakat menanam padi. Di antaranya Ladangan Babakan Tinggi, Tempat Benuang dan kawasan Siwak.
Total luas lahan yang dikelola masyarakat di sejumlah kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 150 hektare.
Dampak serangan hama paling terasa pada hasil produksi. Jika dalam kondisi normal satu hektare lahan dapat menghasilkan sekitar 40 karung gabah, kini hasilnya hanya tersisa sekitar 7 hingga 10 karung.
“Kalau sebelumnya satu hektare bisa di angka 40 karung, sekarang paling hasilnya 10 karung, 7 karung,” ujarnya.
Kondisi lebih parah terjadi di Ladangan Bayau dan Lubuk Tapang. Di dua kawasan tersebut, petani disebut tidak mendapatkan hasil panen sama sekali karena tanaman padi rusak akibat serangan hama.
Bagi petani, kondisi ini bukan sekadar penurunan produksi. Hasil panen yang merosot otomatis memangkas pendapatan, sementara biaya pengolahan lahan dan penanaman tetap harus dikeluarkan.
Tekanan petani semakin berat karena kemarau panjang membuat lahan pertanian mengalami kekeringan. Ketersediaan air yang terbatas menyulitkan petani mempertahankan tanaman padi hingga masa panen.
Petani pun berharap pemerintah turun tangan, bukan hanya dalam pengendalian hama, tetapi juga menyediakan solusi bagi lahan yang sementara tidak memungkinkan ditanami padi.
Leki mengusulkan agar lahan yang terdampak kekeringan dialihkan sementara untuk tanaman palawija yang lebih sesuai dengan kondisi lahan.
Ia berharap pemerintah memberikan bantuan bibit seperti jagung dan tomat sehingga lahan tetap produktif dan petani masih memiliki sumber pendapatan di tengah anjloknya produksi padi.
“Mohon untuk pemerintah diberi subsidi atau disalurkan bantuan untuk bibit, misalnya bibit tomat ataupun bibit jagung, sehingga lahan ini bisa dialihfungsikan untuk tanaman palawija,” harapnya. (SLM)

