RELUNG.ID – Erupsi Anak Gunung Krakatau kembali mengganggu aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Sedikitnya lima penerbangan yang terhubung dengan Bandara SMB II dibatalkan pada Minggu (6/9/2026). Pembatalan terjadi setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, ditutup sementara akibat dampak erupsi.
General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, lima penerbangan yang terdampak terdiri dari tiga penerbangan rute Palembang-Jakarta dan dua penerbangan Jakarta-Palembang.
“Sehubungan dengan erupsi Anak Gunung Krakatau yang mengakibatkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, pada hari ini terdapat lima penerbangan dari dan menuju Bandara SMB II mengalami pembatalan,” ujar Syaugi.
Tiga penerbangan dari Palembang menuju Jakarta yang dibatalkan yakni Indonesia AirAsia IU 921 dengan jadwal keberangkatan pukul 06.00 WIB, Pelita Air IP 311 pukul 08.45 WIB, dan Garuda Indonesia GA 107 pukul 09.30 WIB.
Sementara dari Jakarta menuju Palembang, penerbangan Pelita Air IP 310 dengan jadwal kedatangan pukul 08.00 WIB dan Garuda Indonesia GA 102 dengan jadwal kedatangan pukul 07.45 WIB juga dibatalkan.
Syaugi menegaskan, keputusan pembatalan penerbangan diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penumpang dan awak pesawat.
“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” katanya.
Gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Gunung Krakatau sebenarnya sudah terasa sejak Sabtu (5/9/2026) sore. Sejumlah penerbangan yang memiliki koneksi dengan Bandara Soekarno-Hatta mulai terdampak.
“Beberapa penerbangan dari kemarin sore sudah terdampak erupsi Anak Gunung Krakatau,” ujar Syaugi.
Pengelola Bandara SMB II kini terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk menangani dampak pembatalan penerbangan, termasuk memberikan informasi kepada penumpang yang terdampak.
Pihak bandara juga terus memperbarui informasi mengenai penerbangan yang mengalami perubahan jadwal maupun pembatalan.
Syaugi meminta calon penumpang tidak hanya berpatokan pada jadwal awal yang tercantum dalam tiket. Penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
“Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara SMB II diimbau untuk memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya,” pungkasnya. (THQ)

