RELUNG.ID – Sorotan publik terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya dijawab lugas. Ia menegaskan, agenda luar negeri yang dijalaninya bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari strategi besar mengamankan pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Dalam taklimat kepada jajaran kabinet, Prabowo menekankan bahwa situasi geopolitik dunia yang memanas memaksa Indonesia bergerak cepat dan aktif dalam diplomasi energi. Menurutnya, kehadiran langsung kepala negara dalam negosiasi menjadi kunci untuk memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi.
“Untuk amankan minyak, saya harus ke mana-mana. Ini bukan jalan-jalan,” tegasnya, Rabu (8/4).
Ia mencontohkan kunjungan kerjanya ke Jepang awal April lalu yang disebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di sektor energi. Bahkan, dalam waktu dekat, Prabowo mengaku akan kembali melakukan perjalanan ke negara lain dengan misi serupa.
Di tengah kritik yang muncul, Prabowo justru menunjukkan optimisme tinggi terhadap kondisi Indonesia. Ia menilai, dibanding banyak negara lain yang tengah tertekan krisis global, posisi Indonesia relatif aman dan bahkan semakin dilirik investor.
“Tidak ada Indonesia gelap. Indonesia justru cerah di saat banyak negara kesulitan,” ujarnya.
Selain fokus pada energi, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi dampak eskalasi konflik global, termasuk perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Stabilitas harga energi dan ketersediaan BBM menjadi perhatian utama agar tidak membebani masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Prabowo juga menyinggung pentingnya kerja kolektif lintas kementerian. Ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

