RELUNG.ID – J (29) owner salon di Jalan MP Mangku Negara, Kelurahan Bukit Sangkal, Sako, Palembang harus mengalami kerugian sebesar Rp7,8 miliar.
Pasalnya, J telah menjadi korban penipuan oleh seorang pria asing kewarganegaraan Tiongkok yang dikenalnya melalui media sosial Instagram.
Atas kejadian tersebut Jayanti sudah melaporkannya ke Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Sumsel, Februari 2025 lalu.
Didampingi Kuasa Hukumnya Hengki, J menceritakan, awal dirinya bertemuan dengan pria asing itu di Instagram atau IG terjadi pada 27 September 2024 pukul 10.10 WIB, pelaku memakai akun Instagram EVAN lalu mengirimkan DM atau pesan ke IG korban.
Pelaku menawarkan investasi Boyner Asia menjual barang-barang branded (bermerek) dengan keuntungan 5 persen sampai 15 persen.
“Singkat cerita selama dua bulan korban telah melakukan transfer uang hingga mengalami kerugian sebanyak 7,8 miliar,” kata J.
Proses transfer dilakukannya korban kepada pelaku dengan 37 rekening berbeda ke bank yang ada di Indonesia bukan bank Negara Cina. Setelah itu, pelaku tiba-tiba sering chat untuk minta dikirimkan video tanpa busana.
“Dia berjanji akan mengembalikan uang saya Rp 3,5 miliar. Karena saya panik uang Rp 7,8 Miliar ditipunya itu bukan hanya uang saya saja. Akhirnya saya mau tetapi video saya malahan disebar oleh pelaku,” tuturnya.
Kejadian ini sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumsel. Pihaknya membuat dua laporan dengan kasus yang berbeda-beda.
“Kita laporkan dua pasal 27 dan pasal 28 terutama ITE penyebaran video tersebut. Pelakunya masih lidik kita tidak tahu orang dari warga negara mana jelas bukan Indonesia. Tetapi kita curigai pelaku adalah warga negara Cina,”ucapnya.
Saat ini, pihak Cyber Polda Sumsel telah menemukan beberapa titik terang meski demikian kasus ini masih di dalami.
“Cyber Polda Sumsel sudah menyebutkan tahu pelakunya dari negara mana tetapi belum bisa kami ucapkan disini. Doakan saja pelakunya bisa ditangkap dan dihukum setimpal,” ujarnya.
Menurutnya, ini sudah jadi sindikat sebab banyak sekali korbannya di seluruh Indonesia. Bukan hanya bisnis women ada juga dokter juga.
“Sepertinya ada indikasi keterlibatan orang Indonesia pelaku tidak bekerja sendiri dalam melakukan aksinya,”pungkasnya. (FZI)

