RELUNG.ID- Setelah hampir 10 bulan ditutup sementara, Diskotek Darma Agung (DA) Club 41 resmi kembali beroperasi dengan nama baru DA Club 41 Reborn. Kehadiran kembali klub malam tersebut dibarengi penerapan sistem pengamanan super ketat untuk mencegah terulangnya masalah yang pernah terjadi sebelumnya.
Owner DA Club 41 Reborn, Thomas Chandra, mengatakan pihaknya kini menerapkan sistem keamanan berlapis dengan melibatkan 30 personel keamanan setiap malam.
“Pengunjung akan diperiksa sebanyak tiga kali sebelum masuk ke ruangan diskotek,” ujar Thomas kepada wartawan.
Menurut Thomas, prosedur masuk pengunjung kini jauh lebih ketat. Pengunjung membeli tiket dan antre untuk pemeriksaan badan oleh petugas keamanan.
Melewati metal detector di pintu masuk. Jika alat berbunyi, pemeriksaan ulang dilakukan. Menukar tiket dengan gelang, kemudian dilakukan pemeriksaan badan sekali lagi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada barang-barang berbahaya masuk ke area diskotek.
“Ruangan diskotek benar-benar harus bersih dari benda terlarang seperti sajam, senpi, maupun narkoba. Bahkan korek api, parfum, atau kosmetik berbahan keras dan berkaca tidak diperbolehkan masuk,” jelas Thomas.
Barang-barang tersebut wajib dititipkan sebelum pengunjung masuk ke dalam area klub.
Thomas menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Bila ditemukan pengunjung yang membawa senjata api, senjata tajam, atau narkoba, pihak diskotek akan langsung menyerahkannya kepada kepolisian.
Tak hanya sisi keamanan internal, manajemen DA Club 41 Reborn juga memperbarui sistem parkir kendaraan dengan sistem auto gate.
“Parkir kita sudah terdaftar pajaknya di Dispenda dan sesuai SOP. Pengunjung mengambil tiket parkir, membayar saat keluar, dan dilengkapi autogate,” ujarnya.
Dengan seluruh pembenahan ini, Thomas berharap masyarakat dapat melihat perubahan besar yang dilakukan oleh DA Club 41 Reborn.
“Antisipasi dan pengalaman yang lalu sudah kami evaluasi. Kami berharap citra buruk DA Club 41 Reborn bisa hilang di mata publik dan netizen,” tutup Thomas.[DNP]

