RELUNG.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Jenderal Charles ‘CQ’ Brown dari jabatannya sebagai Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jumat (21/2). Padahal, Brown seharusnya menjabat selama empat tahun, namun baru dua tahun bertugas, ia dicopot tanpa alasan yang jelas.
Pengumuman pemecatan disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth. Dalam pesannya, Trump mengucapkan terima kasih atas pengabdian Brown selama 40 tahun di Militer AS.
“Saya merasa terhormat mengumumkan bahwa saya mencalonkan Letnan Jenderal Angkatan Udara Dan ‘Razin’ Caine untuk menjadi Ketua Kepala Staf Gabungan berikutnya,” tulis Trump, dikutip dari AFP.
Dan Caine dikenal sebagai pilot ulung dengan pengalaman 150 jam terbang menggunakan pesawat tempur F-16. Selain itu, ia memiliki latar belakang kuat dalam bidang keamanan nasional dan pernah bertugas di CIA untuk urusan militer.
“Jenderal Caine adalah pilot ulung, pakar keamanan nasional, pengusaha sukses, dan ‘pejuang perang’ dengan pengalaman signifikan dalam operasi khusus dan antarlembaga,” tambah Trump.
Sementara itu, Jenderal Brown menjadi pria Afrika-Amerika kedua yang pernah menduduki posisi panglima militer AS, setelah Collin Powell yang menjabat pada periode 1989-1993.
Hingga saat ini, Trump belum mengungkap alasan di balik pemecatan Brown. Namun, dalam kampanye pemilu sebelumnya, Trump pernah berjanji akan mencopot jenderal-jenderal yang dianggap bertanggung jawab atas penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada 2021 lalu.
Keputusan ini memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat politik dan militer, mengingat Brown dikenal sebagai pemimpin yang dihormati dengan rekam jejak panjang dalam pengabdian di militer. Kini, publik menantikan bagaimana Dan Caine akan membawa perubahan di tubuh militer AS setelah penunjukannya.[THQ]

