RELUNG.ID — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI) memberikan penghargaan kepada 752 mitra yang memainkan peran kunci dalam program “Membasuh Luka Palestina”.
Program ini diluncurkan oleh Baznas untuk memberikan dukungan kepada rakyat Palestina yang menderita akibat agresi militer Israel baru-baru ini.
Dalam program ini, 752 mitra terdiri dari berbagai kelompok, termasuk individu perorangan dan komunitas, badan, serta mitra Baznas lainnya. Total dana yang berhasil dikumpulkan oleh Baznas dan mitra mencapai Rp187.907.229.611.
Baca Juga: Indonesia Dukung Upaya Afrika Selatan Bawa Kasus Genosida Israel ke Mahkamah Internasional
Penghargaan diberikan secara simbolis kepada 11 perwakilan mitra dalam acara Laporan Bantuan Kemanusiaan “Membasuh Luka Palestina” di Gedung Serba Guna 1, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Salah satu perwakilan, Prof Sudarnoto Abdul Hakim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyampaikan rasa terima kasih kepada Baznas RI sebagai penghubung antara kedermawanan masyarakat Indonesia dan rakyat Palestina.
Sudarnoto menjelaskan bahwa MUI sudah lama memberikan perhatian terhadap isu Palestina, termasuk rencana mendirikan rumah sakit Indonesia di Hebron yang akan menjadi rumah sakit kedua Indonesia di Palestina.
Baca Juga: Kemenag Sumsel Kumpulkan Rp1,7 Miliar dalam Aksi Solidaritas untuk Palestina
“Namun, akibat agresi militer Israel, rencana ini belum dapat dilaksanakan. MUI berkomunikasi dengan wali kota Hebron untuk mengalihkan dana yang terhimpun untuk rumah sakit Hebron sebagai bantuan kemanusiaan di Gaza, ” kata dia.
Wakil Ketua Umum Bidang Kemitraan dan Kemanusiaan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Suhartono, juga menyampaikan kontribusi donasi dari para siswa yang dikumpulkan melalui Baznas untuk membantu Palestina.
“Kami telah mempercayakan kepada Baznas donasi dari para siswa kami, mulai dari PAUD, anak-anak yang berusia 4-5 tahun. Mereka mengumpulkan uang Rp1.000 hingga Rp5.000, bahkan meneruskan titipan orang tuanya kepada sekolah kemudian dikirim ke JSIT. Lalu kami menyerahkan ke Baznas,” kata Suhartono.

