RELUNG.ID- Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Okdi Priantoro mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk segera melakukan penataan total kawasan Pasar Lemabang guna menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi masyarakat.
Menurut Andreas, kawasan Pasar Lemabang selama ini identik dengan kemacetan, parkir liar, pedagang kaki lima (PKL) yang menempati badan jalan, hingga tumpukan sampah yang mengganggu aktivitas warga dan merusak estetika kota.
“Transformasi Pasar Lemabang adalah bentuk keberpihakan terhadap hak masyarakat atas ruang publik yang aman, tertib, dan sehat. Tak bisa terus dibiarkan dalam kondisi semrawut seperti sekarang,” ujar Andreas, Kamis (22/5/2025).
Legislator dari daerah pemilihan Ilir Timur I, II, dan III itu menekankan bahwa penataan harus dilakukan secara menyeluruh, melibatkan dinas terkait, aparat keamanan, pelaku usaha, serta masyarakat sekitar.
Langkah awal, lanjutnya, bisa dimulai dari rekayasa lalu lintas di simpang empat Lemabang, pengaktifan kembali lampu lalu lintas, dan pengecoran batas jalan di area selasar pasar untuk membatasi ruang gerak parkir liar dan PKL.
“Kami juga mendorong Dinas Perhubungan untuk segera memetakan ulang arus kendaraan dan zona parkir. Penertiban perlu melibatkan Satpol PP dan Polri agar efektif,” katanya.
Andreas juga menyoroti keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terletak di tengah kawasan niaga dan menimbulkan bau tak sedap. Ia menilai keberadaan TPS tersebut bertentangan dengan konsep pasar modern yang bersih dan sehat.
“TPS itu harus segera direlokasi. Tidak masuk akal jika kita ingin punya pasar yang nyaman tapi masih berdampingan dengan tumpukan sampah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pasar-pasar swasta di sekitar Lemabang yang dinilai ikut menyumbang kemacetan dan kekacauan tata ruang.
Andreas berharap, penataan Pasar Lemabang dapat menjadi model bagi penataan pasar-pasar tradisional lainnya di Palembang seperti Pasar Cinde, Kuto, dan 16 Ilir.
“Pasar rakyat adalah jantung ekonomi masyarakat kecil. Tapi jantung ini tidak akan bekerja maksimal jika lingkungannya kacau. Penataan Pasar Lemabang harus menjadi momentum perubahan,” pungkasnya.[DSK]

