RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Asgianto ST dan Iwan Tuaji, berkomitmen untuk menggenjot pencapaian visi dan misi pemerintahan melalui penerapan meritokrasi dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini menjadi agenda awal usai pasangan tersebut resmi dilantik pasca memenangkan Pilkada serentak November lalu.
Wakil Bupati PALI terpilih, Iwan Tuaji, menegaskan pentingnya meritokrasi dalam menyesuaikan kemampuan dan kinerja pegawai di lingkup pemerintahan. Ia berharap penerapan sistem ini akan mendorong ASN bekerja sesuai dengan keahlian dan potensi masing-masing.
“Setelah dilantik, kami akan segera melakukan rotasi pada susunan organisasi pemerintahan. Meritokrasi merupakan kunci untuk menciptakan birokrasi yang profesional dan berdaya saing,” ujar Iwan Tuaji di sela aktivitasnya, setelah ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih oleh KPU Kabupaten PALI.
Menurutnya, sistem meritokrasi memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh ASN untuk menduduki posisi atau jabatan sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan mereka. “Meritokrasi tidak membedakan kelas sosial, kekayaan, maupun faktor lainnya. Hal ini memberikan peluang seluas-luasnya bagi ASN untuk berkembang dan berkontribusi sesuai bidangnya,” tambah Iwan Tuaji.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mendorong terciptanya keadilan dan efisiensi dalam pemerintahan. “Dengan posisi atau jabatan yang dipegang oleh pegawai sesuai dengan kompetensinya, kami optimis visi dan misi untuk menjadikan PALI lebih maju dapat terwujud lebih cepat,” tuturnya.
Terkait tantangan kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pemerintah daerah, Iwan Tuaji menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten lain untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Kami menyadari adanya keterbatasan SDM di jajaran pemerintahan yang berdampak pada kurang optimalnya kinerja ASN. Dengan adanya pegawai dari luar yang memiliki kompetensi, kami percaya ini dapat meningkatkan daya saing dan produktivitas kerja,” pungkasnya. (eko Jurianto)

