RELUNG.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumsel menggelar kegiatan Bazar Ramadan Kerakyatan bertema “Ramadhan Berkah, Ekonomi Rakyat Bangkit”.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Maret 2026, di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Sumsel di Palembang.
Bazar ini digelar sebagai upaya untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel, Made Indrawan, mengatakan kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berjualan tanpa dikenakan biaya.
Pada hari pertama pelaksanaan bazar, sekitar 20 pelaku UMKM dari Kota Palembang telah ikut serta membuka lapak. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir kegiatan.
“Kami ingin memberi ruang bagi UMKM di Kota Palembang untuk berjualan. Tempat, listrik, dan fasilitas kami sediakan secara gratis. Masyarakat juga kami undang untuk datang, berbelanja, sekaligus meramaikan kegiatan ini,” ujar Made saat pembukaan bazar, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempersiapkan kebutuhan menjelang Idulfitri.
Selain menjadi sarana transaksi ekonomi, bazar ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDI Perjuangan Sumsel, Diah Lestari, menjelaskan bahwa panitia juga menyediakan program tebus murah sembako bagi masyarakat.
Beberapa kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras SPHP yang di pasaran berkisar Rp63 ribu hingga Rp65 ribu per kemasan, dijual seharga Rp54 ribu. Selain itu, sirup ABC yang biasanya seharga Rp12.700 dijual Rp5 ribu, gula pasir 1 kilogram dari Rp17.500 menjadi Rp13 ribu, serta minyak goreng dari Rp16 ribu menjadi Rp11 ribu per liter.
Untuk memastikan bantuan dapat dirasakan lebih banyak warga, panitia membatasi pembelian maksimal dua jenis produk bagi setiap warga per hari.
Panitia berharap kegiatan bazar Ramadan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membantu pelaku UMKM meningkatkan penjualan selama bulan suci Ramadan. (DSK)

