RELUNG.ID – Sebagian honorer yang bekerja di lingkungan Pemkab Muara Enim terpaksa harus berutang untuk menafkahi keluarga mereka.
Pasalnya, sudah dua bulan, gaji mereka belum dibayarkan. Padahal biasanya gaji ini dibayarkan secara rutin setiap bulannya.
“Benar pak, sudah dua bulan kami belum menerima gaji, sejak Januari dan Februari lalu,” kata seorang honorer yang enggan disebut namanya.
Akibat belum dibayarkannya gaji mereka ini. Maka, honorer itupun mengaku kesulitan menafkahi keluarga mereka. Bahkan, dia pun terpaksa melakukan pinjaman atau utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dia juga mengaku, memang biasanya para honorer ini bekerja dahulu barulah dibayarkan. Jadi biasanya, bekerja dulu di Bulan Desember 2023, maka akan dibayarkan gaji pada Januari 2024.
Begitu pun seterusnya, dimana, gaji yang mereka terima rata-rata Rp1 juta perbulan.
“Jika gaji ini terlambat dibayarkan, bayangkan betapa kesulitannya kami. Belum lagi untuk kebutuhan bulanan seperti listrik, air dan lain-lain, apalagi besok sudah masuk bulan puasa tentu kebutuhan meningkat,” ujarnya.
Saat ini, dia pun mengaku terpaksa harus super hemat dan mencari kerja sampingan seperti gojek dan lain sebagainya.
Dikonfirmasi ke Sekda Muara Enim, Yulius dan Kepala BPKAD Muara Enim, Juli Jumatan mengaku, pada dasarnya tidak ada keterlambatan dari pihaknya.
Jika OPD mengajukan SP2D akan langsung dibayar. Bahkan sudah ada sebagian OPD yang telah dibayar karena bendahara cepat mengurusnya.

