RELUNG.ID – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Empat Lawang setelah dua orang siswi SMA dilaporkan hilang terseret arus di objek wisata Air Terjun Curup Deghian, Desa Sawah, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang.
Setelah proses pencarian yang dramatis, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/4/2026) malam.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika rombongan yang terdiri dari enam orang siswi berangkat menuju lokasi air terjun pada pukul 09.00 WIB.
Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB dan memutuskan untuk berenang menikmati keindahan air terjun.
Namun, keceriaan tersebut berubah menjadi petaka saat debit air tiba-tiba meluap dan membesar secara mendadak. Empat rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke tepian, namun dua lainnya, yakni ZN (17) dan PH (17), terjebak di tengah amukan arus hingga akhirnya hilang terseret.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari 10 personel BPBD, 6 anggota SAR, TNI, Polri, serta warga setempat langsung bergerak menuju lokasi. Medan yang cukup jauh dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi yang mulai menyisir lokasi sejak pukul 20.00 WIB.
Kapolsek Muara Pinang, AKP Dwi Sapriadi mengonfirmasi bahwa kerja keras tim gabungan membuahkan hasil menjelang tengah malam.
“Alhamdulillah, kedua korban sudah ditemukan tadi malam sekira pukul 23.30 WIB langsung dievakuasi oleh tim gabungan Polsek Muara Pinang, Polsek Lintang Kanan, bersama Koramil 405-06 Muara Pinang, warga, serta pihak keluarga,” ujar AKP Dwi Sapriadi saat memberikan keterangan resminya.
Kedua korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka masing-masing untuk disemayamkan.
Berdasarkan data dari Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Empat Lawang melalui Kabid Kedaruratan, Fero Ananta, identitas kedua korban yakni ZN (17) beralamat di Kecamatan Lintang Kanan dan PH (17) beralamat di Kecamatan Lintang Kanan.
Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada saat beraktivitas di area sungai atau air terjun, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang dapat memicu luapan air secara tiba-tiba atau banjir bandang. (SLM)

