RELUNG.ID — KB spiral, Intrauterine Device (IUD) adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan populer.
Namun, meskipun umumnya aman, ada beberapa efek samping jangka panjang yang perlu diwaspadai.
Berikut adalah beberapa risiko dan efek samping yang mungkin terjadi:
1. Kista Ovarium
Sekitar 12 persen pengguna KB spiral mungkin mengembangkan kista ovarium. Gejalanya meliputi sakit perut, bengkak, sakit saat buang air besar, mual, muntah, nyeri saat haid, dan nyeri saat berhubungan.
Kista ini biasanya hilang dalam satu atau dua bulan, tetapi memerlukan perhatian medis jika tidak sembuh.
2. Penyakit Radang Panggul (PID)
PID adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang sering disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS). CDC mencatat bahwa risiko PID meningkat dalam 3 minggu pertama setelah pemasangan KB spiral.
Gejala termasuk sakit perut bagian bawah, nyeri saat berhubungan intim dan buang air kecil, keputihan berbau, menstruasi tidak teratur, kelelahan, dan demam.
3. Perforasi
Perforasi adalah lubang atau luka pada rahim yang dapat terjadi jika KB spiral tidak dipasang dengan benar, terutama jika dipasang saat menyusui. Gejala perforasi meliputi nyeri hebat dan perdarahan.
Jika terjadi, KB spiral harus segera diangkat melalui pembedahan karena dapat menyebabkan infeksi, merusak organ sekitar, dan bekas luka rahim permanen.
4. Kehamilan Tidak Diinginkan
Meskipun sangat efektif, KB spiral masih memiliki peluang kecil untuk gagal. Kemungkinan kehamilan adalah 0,2 persen per tahun penggunaan.
Jika hamil dengan IUD, ada risiko komplikasi seperti kehamilan ektopik.
5. Pergeseran atau Ekspulsi
IUD bisa berpindah atau keluar dari rahim (ekspulsi), sering kali terjadi selama menstruasi. Risiko ini lebih tinggi pada wanita yang menggunakan menstrual cup, berusia di bawah 20 tahun, atau belum pernah hamil.
Pergeseran ini dapat mengurangi efektivitas KB spiral dan memerlukan intervensi medis untuk mengembalikan posisinya.
Tindakan Pencegahan
– Pemeriksaan Rutin
Mengunjungi dokter secara rutin untuk memeriksa posisi dan kondisi IUD.
– Hati-Hati Saat Menstruasi
Waspadai perubahan posisi IUD selama menstruasi dan gunakan perlindungan tambahan jika diperlukan.
– Segera Konsultasi Dokter
Jika mengalami gejala seperti nyeri perut hebat, keputihan berbau, atau tanda-tanda kehamilan.
Meskipun KB spiral adalah metode kontrasepsi yang sangat efektif dan nyaman bagi banyak wanita, penting untuk memahami potensi risiko dan berkonsultasi dengan profesional medis untuk pemantauan yang tepat.

