RELUNG.ID – Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah pusat akan terus mengalirkan bantuan bagi ribuan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh serta sejumlah wilayah Sumatera lainnya. Namun kunjungan Prabowo ke tenda pengungsian di Desa Bambel Baru, Aceh Tenggara, Senin (1/12), bukan hanya soal melihat kondisi para korban—melainkan menegaskan paradigma baru pemerintah dalam mengelola anggaran.
Di hadapan para pengungsi, Prabowo menyinggung hasil efisiensi belanja negara yang selama ini ia instruksikan. Menurutnya, penghematan besar-besaran di tingkat pusat kini terbukti menjadi cadangan krusial dalam situasi darurat.
“Alhamdulillah kita punya anggarannya. Kita lakukan penghematan banyak di pusat supaya sebanyak mungkin bantuan bisa langsung menyentuh rakyat di bawah,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa anggaran yang sebelumnya dikonsolidasikan untuk infrastruktur desa dan fasilitas publik kini fleksibel dialihkan untuk kebutuhan mendesak, termasuk pemulihan bencana di Sumatera. Pendekatan ini, kata Prabowo, menjadi bukti bahwa efisiensi bukan hanya soal pengendalian belanja, tetapi memastikan negara hadir saat rakyat membutuhkan.
Kedatangan Prabowo disambut hangat oleh ratusan pengungsi. Meski berada dalam kondisi memprihatinkan, warga Kutacane tetap menyapa presiden dengan senyum—membuat Prabowo sempat terharu.
“Walaupun saudara-saudara mengalami musibah, masih bisa tersenyum. Ini luar biasa,” katanya.
Dalam kunjungan itu, Prabowo juga meninjau dapur umum MBG (Menuju Baru Gerak) yang telah beroperasi serta menyampaikan progres pendirian berbagai koperasi desa. Ia menegaskan bahwa bantuan pangan dan subsidi negara nantinya akan disalurkan langsung melalui koperasi, bukan perantara.
“Setiap desa nanti akan punya koperasi, dan barang-barang bersubsidi langsung ke rakyat,” jelasnya.[THQ]

