RELUNG.ID – Laju perekonomian Kota Palembang menunjukkan sinyal positif sepanjang 2025. Pemerintah Kota Palembang mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,82 persen, naik signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 5,1 persen. Kenaikan ini menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah untuk memacu pertumbuhan yang lebih agresif pada 2026.
Capaian tersebut mengemuka dalam rapat evaluasi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang sekaligus membahas strategi percepatan ekonomi daerah pada tahun mendatang. Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menilai tren positif ini lahir dari kolaborasi kuat antarperangkat daerah serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Pertumbuhan ekonomi Palembang menunjukkan perbaikan nyata. Ini bukan hasil kerja satu pihak, melainkan sinergi semua stakeholder yang terus kami jaga,” ujar Aprizal kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi modal awal untuk mendorong target yang lebih tinggi pada 2026. Pemerintah kota kini berfokus pada upaya mempercepat perputaran ekonomi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah percepatan realisasi belanja APBD, yang dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Selain itu, Pemkot Palembang juga menggenjot peningkatan investasi, baik dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA).
“Belanja pemerintah dan investasi harus bergerak cepat. Itu kunci agar ekonomi daerah terus tumbuh,” jelas Aprizal.
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang, Korlena, menyampaikan bahwa angka pertumbuhan ekonomi 5,82 persen masih bersifat sementara dan menunggu rilis resmi data tahunan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Meski demikian, ia optimistis tren ekonomi Palembang tetap berada di jalur positif.
Korlena menambahkan, perbaikan iklim investasi dan kemudahan perizinan terus dilakukan untuk menarik minat pelaku usaha, mulai dari sektor UMKM hingga industri skala besar. Upaya ini tidak hanya bertujuan meningkatkan investasi, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Investasi yang masuk akan menciptakan lapangan kerja. Dampaknya langsung ke kesejahteraan warga,” katanya.
Lebih lanjut, Korlena mengungkapkan bahwa membaiknya kondisi ekonomi turut berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di Kota Palembang yang kini berada di bawah satu digit. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat.
“Ketika daya beli naik, roda ekonomi akan berputar lebih cepat. Ini penting untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.[THQ]

