RELUNG.ID – Di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda, Sumatera Selatan justru menunjukkan ketahanan yang solid. Pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat mencapai 5,33 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,11 persen.
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) , Herman Deru, menegaskan bahwa dinamika global tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi di wilayahnya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa fondasi ekonomi daerah masih cukup kuat.
“Meski dalam suasana global yang memanas, kita masih mampu tumbuh dengan baik. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi Sumsel tetap terjaga,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya dari sisi pertumbuhan, perbaikan juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat pengangguran terbuka di Sumsel berhasil ditekan hingga 3,89 persen pada 2025, menandakan adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Herman Deru menilai, capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga pelaku usaha. Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan akhir, melainkan pijakan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif ke depan.
“Kita juga menyiapkan 12 program strategis yang akan menjadi fokus pembangunan. Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, hingga sosial budaya,”kata dia.
Salah satu proyek besar yang disiapkan adalah pembangunan New Palembang Port di Banyuasin, yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan daya saing ekonomi daerah. Selain itu, program layanan kesehatan gratis, penguatan ketahanan pangan, hingga pemerataan pendidikan juga menjadi prioritas.
Di sektor ekonomi, Pemprov Sumsel menargetkan lahirnya 100 ribu wirausaha muda melalui program “Sultan Muda Sumsel”. Program ini akan didukung melalui akses permodalan serta pelatihan keterampilan bagi generasi muda.
Tak hanya itu, ditargetkan seluruh desa di Sumsel dapat menikmati akses listrik dan terbebas dari blank spot internet, untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok,”kata dia.
Di bidang pariwisata, strategi jangka panjang disiapkan melalui program “Sumsel Wonderful 2030” dengan mengandalkan event unggulan dan penguatan wisata kuliner lokal.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, perhatian juga diberikan pada aspek sosial, termasuk peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak, dukungan terhadap penyandang disabilitas, hingga revitalisasi pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
“Komitmen kami adalah membangun pemerintahan yang bersih, responsif, dan benar-benar melayani masyarakat,” kata dia.[THQ]

