RELUNG.ID — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data ekspor mobil untuk Oktober 2024, yang mencatatkan angka positif dan menjadi rekor tertinggi dalam 10 bulan pertama tahun ini.
Ekspor mobil secara utuh atau CBU (Completely Built Up) mencapai 46.730 unit, meningkat tipis 1,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercatat sebanyak 46.089 unit pada September 2024.
Toyota menjadi merek dengan ekspor terbanyak, mengirimkan 16.019 unit, diikuti oleh Mitsubishi dengan 11.981 unit, dan Daihatsu yang mengekspor 10.198 unit. Hyundai berkontribusi dengan 4.141 unit, Suzuki 1.898 unit, Honda 1.558 unit, Isuzu 798 unit, serta Wuling yang mengirimkan 79 unit.
Secara kumulatif, periode Januari hingga Oktober 2024 mencatatkan total ekspor mobil Indonesia sebanyak 391.483 unit, mengalami kenaikan 2,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebanyak 382.111 unit.
Toyota mendominasi dengan ekspor sebanyak 137.677 unit atau 35,2 persen dari total ekspor, diikuti Daihatsu dengan 92.981 unit (23,8 persen), dan Mitsubishi dengan 72.085 unit (18,4 persen). Hyundai menyuplai 53.268 unit (13,6 persen), sementara Suzuki mengekspor 15.072 unit (3,8 persen).
Meskipun hasil ekspor tahun ini positif, Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, menyampaikan bahwa target ekspor dan penjualan domestik tahun ini sedikit tertekan oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan suku bunga, fluktuasi nilai tukar, dan ketegangan politik. Gaikindo baru-baru ini memangkas target penjualan domestik menjadi 850 ribu unit, turun dari target awal.
“Industri otomotif menghadapi tantangan, tetapi kami tetap bangga dengan pencapaian ekspor, yang telah menyasar 93 negara, termasuk Asia, Timur Tengah, dan Amerika,” kata Nangoi. Pada 2023, Indonesia berhasil mengekspor lebih dari 500 ribu unit mobil, melebihi target Gaikindo yang 500 ribu unit.
Sebagai tambahan, Gaikindo juga menyoroti peran penting industri otomotif yang menyerap 1,6 juta tenaga kerja di Indonesia.[TRA]

