RELUNG.ID- Kopi asal Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mencatatkan prestasi dengan menembus pasar internasional melalui ekspor perdana 59,4 ton green bean.
Pengiriman ini meliputi 19,8 ton kopi Arabica Grade 1 Specialty asal Semendo, Muara Enim, dan Robusta Grade 1 asal Pagaralam menuju Australia, serta 39,6 ton kopi Robusta Grade 4 asal Pagaralam yang diekspor ke Malaysia.
Ekspor ini dilepas secara simbolis oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Minggu (19/1). Turut hadir dalam acara ini Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Balai Karantina Sumsel Kostan Manalu, dan Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan Anita Setyawati.
Dalam sambutannya, Elen Setiadi mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam proses ekspor ini. “Ekspor kopi Sumsel ke Australia dan Malaysia adalah bukti bahwa produk lokal kita mampu bersaing di pasar global. Ini sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan perekonomian petani kopi di Sumsel,” ujarnya.
Kepala Balai Karantina Sumsel, Kostan Manalu, menjelaskan bahwa seluruh produk kopi yang diekspor telah melalui proses pemeriksaan ketat.
“Kami memastikan kopi memenuhi standar kesehatan dan bebas dari hama serta penyakit. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk Indonesia,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, melalui Karantina Sumsel, berharap agar ekspor ini semakin membuka peluang kerja sama perdagangan internasional.
“Ekspor kopi ini menunjukkan potensi besar Indonesia sebagai pemasok produk berkualitas. Kami akan terus mendukung upaya peningkatan ekspor komoditas lainnya,” katanya. (DSK)

