RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai menggeser strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mempercepat status kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem tahun ini.
Perubahan pola ini dilakukan seiring prediksi dampak fenomena El Nino yang dinilai berpotensi membuat kondisi lahan di Sumsel jauh lebih kering dibanding tahun sebelumnya.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa langkah antisipasi tidak bisa lagi dilakukan secara biasa. Seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan sejak awal, bahkan sebelum puncak musim kemarau.
“Biasanya apel siaga dilakukan April, dan itu tetap kita jalankan. Tapi yang terpenting sekarang semua pihak sudah harus siaga dari sekarang,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, peralihan dari fenomena La Nina ke El Nino menjadi sinyal kuat bahwa risiko karhutla tahun ini lebih besar. Jika sebelumnya wilayah Sumsel didominasi curah hujan tinggi, kini kondisi berbalik menjadi kering dan rawan terbakar.
“Dampaknya lebih ekstrem. Kalau kering, api cepat menyebar. Jadi kita tidak boleh terlambat,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Chandra, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah teknis yang lebih terukur. Salah satunya dengan pembentukan satuan tugas (satgas) serta penetapan status kesiapsiagaan di sejumlah daerah rawan.
“Nanti akan ada penetapan status di beberapa kabupaten, bahkan peningkatan status di tingkat provinsi. Ini untuk memastikan respons bisa lebih cepat,” jelasnya.[THQ]

