RELUNG.ID – Elemen kepemudaan dan mahasiswa di Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan dukungan penuh atas hadirnya kembali Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumsel. Organisasi ini diharapkan menjadi platform pemersatu pergerakan pemuda dan mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah dan nasional.
Dukungan ini terungkap dalam pertemuan konsolidasi yang dihadiri Ketua PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, bersama perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan seperti HMI, PMII, KAMMI, GMNI, LMND, IPNU, IMM, Pemuda Muslimin, Aktivis Sumsel Bersatu, dan BEM se-Sumsel.
Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk membentuk kepengurusan baru yang lebih solid dan visioner. Firdaus, yang juga Wakil Ketua DPRD PALI, menekankan peran strategis PGK dalam mendukung pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
“PGK hadir untuk mengawal pembangunan di Sumatera Selatan dengan semangat kebangsaan yang kuat. Kami ingin memastikan kepengurusan baru ini mampu membawa PGK menjadi organisasi yang lebih efektif dan berdampak,” ujar Firdaus.
Ia juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersinergi. “Mari kita bekerja bersama, memperkuat PGK, dan menciptakan Sumatera Selatan yang lebih baik,” tambahnya.
Berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa menyambut positif kebangkitan PGK Sumsel. Ulil Mustofa dari HMI menilai PGK sebagai angin segar yang menyatukan keresahan dan harapan aktivis.
“Adanya PGK dengan semangat kebangsaan dan kebersamaan menjadi jawaban atas keresahan para pemuda. Kami mendukung penuh gerakan ini,” kata Ulil.
Presiden Mahasiswa UIN, Ilham, juga menyampaikan dukungannya. “Kami siap berkolaborasi dengan PGK. Visi dan misi PGK sangat relevan untuk memperjuangkan kemajuan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, M. Eko Wahyudi dari PMII menegaskan bahwa meski perbedaan ideologi ada, asas Pancasila yang diusung PGK menjadi landasan kuat untuk menyatukan elemen-elemen kepemudaan.
“Kami siap melepas almamater untuk mewujudkan visi bersama melalui PGK. Perbedaan ideologi tidak menjadi penghalang untuk bersatu demi kemajuan bangsa,” tegas Eko.
Didirikan oleh Bursah Sarnubi pada 2013, PGK memiliki visi meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan seperti persatuan dan gotong royong. Firdaus Hasbullah berharap, kehadiran kembali PGK Sumsel dapat menjadi gerakan yang solid dalam menjawab tantangan zaman.
“PGK bukan hanya organisasi, tetapi gerakan kebangsaan yang menginspirasi pemuda untuk berperan aktif dalam membangun bangsa,” tutup Firdaus.[THQ]

