Investor platform media sosial yakni Twitter mengajukan gugatan terhadap orang terkaya di dunia yaitu Elon Musk. Lantaran, sikap CEO Tesla ini yang plin-plan dalam pembelian Twitter dan juga dianggap memanipulasi harga saham.
Gugatan clas action sekuritas ini diajukan investor Twitter Inc, Giuseppe Pampena di Pengadilan Federal di San Fransisco, Amerika Serikat, Senin kemarin (10/10).
Dalam gugatannya, Pampena mengatakan, Musk pada pekan lalu telah sepakat melanjutkan pembelian Twitter dengan harga awal yang disepakati. Musk juga mengakui selama ini ia hanya menggertak untuk mundur dari kesepakatan. Langkah Musk itu membuat harga saham Twitter anjlok, yang merugikan investor.
Tindakan Musk tampaknya dilakukan agar ia dapat mundur dari kesepakatan atau bernegosiasi ulang dan bisa mengurangi 11 miliar dolar AS dari harga awal.
“Perilaku Musk adalah penipuan dan ilegal,” begitu isi gugatan yang dikutip Al Arabiya.
Pada April, Musk menawarkan untuk membeli Twitter seharga 54,20 dolar AS per saham atau 44 miliar dolar AS. Tetapi tiga minggu kemudian ia mengumumkan menarik diri dari kesepakatan.

