RELUNG.ID – Program Keluarga Maju (PKM) senilai Rp25 juta per keluarga yang dijanjikan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Toha Tohet sejak dilantik pada Februari 2025 hingga kini tak kunjung terealisasi.
Sejumlah emak-emak di bumi Serasan Sekate mulai gerah dan menagih janji kampanye tersebut. Mereka bahkan mengancam turun ke jalan jika program yang digadang-gadang sebagai solusi pengentasan kemiskinan itu tak segera berjalan.
“Kami sudah lama menunggu program itu, sampai sekarang belum ada kabar jelas,” ujar Siti Fatimah (52), warga Kayuara, Muba, Selasa (9/9/2025).
Siti menegaskan dirinya bersama emak-emak lain siap menggelar aksi unjuk rasa bila janji Bupati Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Rohman hanya sebatas wacana.
“Pokoknya kami siap demo kalau program itu tidak terealisasi. Aku bakal ngajak emak-emak lain,” tegas ibu dua anak ini.
Menurutnya, bantuan senilai Rp25 juta itu sangat dinanti masyarakat untuk meringankan beban hidup di tengah himpitan ekonomi dan harga kebutuhan pokok yang terus melambung.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Muba, Deny, SH., M.Si., saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan persiapan teknis bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumsel.
“Alhamdulillah sekarang ada dukungan pendampingan dari BPKP Sumsel untuk memperkuat data penerima PKM. Ini penting agar tidak tumpang tindih dengan program bansos lain,” ujarnya.
Deny menambahkan, saat ini regulasi berupa Perbup, SOP, dan juknis juga tengah dimatangkan, termasuk pembagian kewenangan antar-OPD yang terlibat dalam program tersebut. “Insya Allah dalam waktu dekat akan direalisasikan,” tutupnya. (KPB)

