RELUNG.ID – Empat nelayan asal Sungsang, Kabupaten Banyuasin, hingga Minggu (13/7/2025) sore belum diketahui nasibnya. Mereka belum pulang dari melaut usai insiden penembakan di perairan Birik oleh kapal yang diduga milik TNI AL.
Satu nelayan, Yogi Pratama (26), warga Sungsang I, mengalami luka tembak di leher akibat peluru karet yang dilepaskan dari perahu karet berisi orang berseragam loreng. Ia kini dirawat intensif di RS Islam Ar-Rasyid Palembang.
Insiden tersebut terjadi Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Satu kapal berwarna abu-abu yang diduga milik TNI AL lebih dulu memepet kapal nelayan, lalu menurunkan perahu karet berisi 8 orang. Dari perahu karet itu, tembakan dilepaskan ke arah nelayan yang tengah mengangkat jaring.
Rusdianto, serang kapal Pompong yang selamat, menceritakan detik-detik mencekam penembakan tersebut. Ia menyebut, awalnya mereka berangkat melaut dengan dua kapal.
Satu kapal berisi lima orang, satu lagi empat orang. Keempat korban yang hingga kini belum kembali di kapal kedua diketahui bernama Ishak (kapten), Ipin, Rival, dan Kandar. Ipin merupakan anak kandung Rusdianto sendiri.
“Kami lagi angkat jaring tiba-tiba dikejar kapal besar, mereka turunkan perahu karet, lalu menembaki kami. Setelah anak buah saya kena tembak, mereka malah mendekati kapal satunya lagi,” ujar Rusdianto saat ditemui di RS Islam Ar-Rasyid, Minggu (13/7/2025).
Setelah penembakan itu, Rusdianto memilih menjauh karena ombak besar dan langsung mencari bantuan ke daratan. Namun hingga kini, empat rekannya belum ditemukan dan telepon mereka tak bisa dihubungi.
“Saya mohon kepada polisi dan pihak terkait, tolong cari anak saya dan tiga orang lainnya. Sudah dua hari tidak ada kabar,” ujarnya.
Dirpolairud Polda Sumsel, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, hingga berita ini ditulis belum memberikan keterangan resmi.
Kepala Penerangan Lanal Palembang, Kapten Laut (P) Heru, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun ia menegaskan kapal yang terlibat bukan dari jajaran Lanal Palembang.
“Diduga kapal TNI AL, tapi bukan dari kami. Masih diselidiki,” singkatnya. (FZP)

