RELUNG.ID – Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani, menyoroti lemahnya pengawasan tenaga kerja dan ruwetnya layanan pendidikan di daerah. Ia mendorong Pemprov Sumsel segera membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan (Diknas) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di seluruh kabupaten/kota.
“Bukan dipecah, tapi dibuatkan UPTD. Coba bayangkan, perusahaan di Sumsel ada 18 ribu lebih, pengawas tenaga kerja hanya 400 orang. Bagaimana bisa maksimal? Pengawasan K3, alat, semua itu penting,” tegas politisi Gerindra ini, Minggu (13/7/2025).
Alwis menyebut, angka kecelakaan kerja di Sumsel masih tinggi. Salah satu penyebabnya, lemahnya pengawasan karena keterbatasan personel di Disnaker.
“Kita minta di RPJMD ini diatur, dibuat UPTD di kabupaten/kota,” tegasnya.
Menurutnya, di provinsi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, UPTD bahkan sudah setara Cabang Dinas. Ia menilai Sumsel seharusnya bisa meniru pola tersebut.
Selain Disnaker, UPTD Diknas juga dinilai mendesak. Pasalnya, hingga kini urusan guru SMA/SMK di daerah masih harus ke Palembang. Proses naik pangkat yang seharusnya mudah, justru menyulitkan guru di kabupaten/kota.
“Bayangkan, guru dari daerah datang ke provinsi, kadang orang Diknas nggak ada. Terpaksa nginap. Biaya urus naik pangkat bisa lebih dari Rp1,5 juta. Giliran naik pangkat, gajinya cuma nambah Rp80 ribu, paling banyak Rp100 ribu. Kan miris,” ujarnya.
Alwis memastikan usulan tersebut sudah dibahas bersama Sekda Sumsel. “Pak Sekda bilang sudah di Biro Organisasi, tinggal tunggu di Kemendagri, sebentar lagi disetujui,” jelasnya.
Alwis juga menyinggung soal masa jabatan kepala sekolah di Sumsel yang kerap melampaui batas wajar. “Ada yang sampai 8-10 tahun. Karena mau pensiun, dibiarkan. Kalau ada UPTD, kepala sekolah itu bisa dipindah, jadi pengawas, atau kepala UPTD. Itu fungsinya,” katanya.
Di luar itu, Alwis mengungkap rencana pemisahan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel. Ke depan, dua dinas ini akan dipisah menjadi Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata.
“Nomenklatur kemungkinan akan dipecah. Sekarang masih gabung,” pungkasnya. (DSK)
