RELUNG.ID – Lembaga riset terkemuka Ember baru-baru ini merilis laporan tentang energi bersih global untuk tahun 2024.
Dari laporan ini menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen kebutuhan energi dunia kini berasal dari sumber rendah karbon.
Pencapaian ini merupakan rekor yang belum pernah terlihat sejak era 1940, ketika pembangkit listrik tenaga air mendominasi di tengah permintaan listrik global yang 50 kali lebih rendah dibandingkan saat ini.
Menurut laporan Ember, peningkatan signifikan dalam penggunaan energi rendah karbon ini didorong oleh transformasi besar-besaran di sektor energi global.
Eropa menjadi pelopor dalam pergeseran ke energi bersih, memimpin upaya transisi dengan mengintegrasikan berbagai teknologi ramah lingkungan dalam sistem kelistrikan mereka.
Prestasi ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi, namun juga kebijakan pemerintah yang mendukung pengurangan emisi karbon.
Di balik peningkatan penggunaan energi bersih, laporan tersebut juga mencatat dinamika yang lebih kompleks di sektor energi.
Tahun 2024, yang juga tercatat sebagai tahun terpanas hingga saat ini, menyaksikan lonjakan emisi dari sektor listrik yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa, yakni 14,6 miliar ton CO2.
Lonjakan ini didorong oleh peningkatan penggunaan bahan bakar fosil dalam menghadapi gelombang panas yang ekstrem, menggarisbawahi tantangan ganda antara transisi ke energi bersih dan kebutuhan untuk menjaga kestabilan pasokan energi di tengah perubahan iklim.
Laporan Ember memproyeksikan bahwa permintaan akan energi bersih akan terus meningkat. Peningkatan adopsi teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan (AI), pusat data, kendaraan listrik, dan pompa panas, menjadi faktor utama yang mendongkrak kebutuhan energi rendah karbon.
Transformasi digital dan inovasi teknologi ini tidak hanya mengoptimalkan efisiensi energi tetapi juga mendorong percepatan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Pencapaian 40 persen penggunaan energi bersih ini membuka peluang besar bagi pemerintah dan pelaku industri untuk mendorong agenda kebijakan hijau yang lebih ambisius.
Penekanan pada pengembangan infrastruktur energi terbarukan, inovasi teknologi, dan dukungan kebijakan fiskal diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam mengimbangi peningkatan kebutuhan energi serta mengendalikan emisi dari sektor listrik. (LWM)

