Seorang pasien di ruang isolasi berinisial L (45) ditemukan tewas di selokan air di RSUD HM Rabain Muara Enim, Kamis (29/12). Diduga pasien yang tercatat warga Kabupaten Lahat tersebut terjatuh lantai tiga rumah sakit.
Kapolres Muara Enim, AKBP Andi Supriadi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, korban menyuruh keluarga yang menjaganya untuk membeli roti. Namun, saat saksi pulang membeli roti, korban sudah tidak ada di kamar. Saksi pun kemudian mencari korban, dan melihat kain sarung yang terikat di kusen jendela ruang isolasi kamar korban.
“Saksi lalu melihat ke arah bawah dan melihat korban sudah berada di selokan air lantai bawah,” katanya.
Mendapati hal tersebut, saksi bersama perawat langsung mengevakuasi korban ke IGD. Namun, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Dari hasil olah tkp di kamar rawat, ditemukan lilitan atau ikatan kain sarung berwarna coklat di kusen jendela ruangan tersebut. Selain itu, di leher korban juga terdapat potongan kain sarung berwarna coklat selaras dengan kain yang berada di ruangan isolasi tempat korban dirawat.
“Alat atau monitor jantung serta alat-alat lainnya masih hidup tersambung aliran listrik, ditemukan juga alat untuk buang air kecil (Cateter) sudah tergeletak di lantai kamar tersebut,” ungkapnya.
Korban ini masuk RSUD Rabain Muara Enim pada hari Kamis (22/12) dirawat di ruang isolasi kamar 307 lantai 3 dikarenakan mengidap penyakit berkepanjangan atau menahun. “Pihak keluarga korban menerima atas kematian korban dan tidak melakukan autopsi selanjutnya pihak keluarga akan membawah almarhumah untuk dikebumikan di OKU Selatan,” pungkasnya.
Kasubag Humas RSUD HM Rabain Muara Enim, Jauhari membenarkan adanya kejadian tersebut, salah satu pasien RS HM Rabain Inisial L (45) melakukan upaya bunuh diri sebelum akhirnya meninggal dunia karena terjatuh dari lantai 3 ruang isolasi. “Informasi mengenai korban merupakan pasien RSUD HM Rabain adalah benar, saat ini sudah ditangani pihak kepolisian,” pungkasnya.

