RELUNG.ID — Ketua Umum PSSI Erick Thohir resmi meminta maaf kepada publik atas kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026. Tidak hanya kepada masyarakat, Erick juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan mengaku mendapat dukungan penuh untuk kembali bangkit.
“Kita tidak salah bermimpi. Kita menjalankannya dengan serius. Tapi mohon maaf, belum bisa maksimal,” ujar Erick, Rabu (5/11).
Meski demikian, momen permintaan maaf tersebut justru memantik semangat baru. Erick menceritakan respons Prabowo yang memberi dorongan kuat agar Indonesia tidak berhenti berjuang.
“Pak Presiden bilang, ‘ya coba lagi Pak Erick, harus coba lagi.’ Wah jadi semangat lagi saya,” ungkapnya.
Erick menyebut pesan tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat fondasi sepak bola Indonesia. Ia memastikan PSSI akan mempercepat dan menyempurnakan program pembinaan, termasuk pengembangan pemain usia muda.
PSSI juga tengah mengevaluasi menyeluruh dan menyiapkan ulang roadmap sepak bola nasional dengan target jangka panjang hingga 2045. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan tim kelompok umur, termasuk Timnas U-17 yang ditetapkan memiliki target hingga 2031.
“Kami punya blueprint 2045 dengan target yang jelas. FIFA sekarang menggelar U-17 setiap tahun, artinya talenta baru harus terus disiapkan,” tutur Erick.
Erick juga menegaskan transparansi pendanaan PSSI yang mencapai lebih dari Rp500 miliar, yang digunakan tidak hanya untuk persiapan Piala Dunia tetapi juga pembinaan menyeluruh, mulai dari dana sponsor, siaran televisi, sektor swasta, hingga dukungan pemerintah.
Ia menyebut kritik dari masyarakat adalah bahan evaluasi, bukan ancaman.
“Kritik itu introspeksi. Jangan sampai membuat kita keras kepala. Kita dengar, kita perbaiki,” tegasnya.
Erick memastikan kegagalan kali ini bukan titik akhir, melainkan bagian dari proses panjang membangun sepak bola Indonesia yang tangguh dan berkelanjutan.
“Yang penting kita coba lagi, perbaiki lagi, dan tetap bermimpi besar untuk Indonesia,” tutupnya.[THQ]

