RELUNG.ID- Aparat penegak hukum (APH) diminta turun tangan menyelidiki pembangunan Gapura Kenanga di Jalan Simpang Y Kenanga II, Kelurahan Batu Urip Permai, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Pembangunan gapura tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis maupun anggaran.
Desakan penyelidikan mencuat setelah gapura tersebut roboh tersangkut truk muatan kerupuk saat melintas di bawahnya, dua hari lalu. Peristiwa itu menjadi sorotan publik dan memunculkan dugaan lemahnya kualitas konstruksi.
Tokoh masyarakat Kenanga II yang juga mantan anggota DPRD sekaligus praktisi hukum, Hasran Akwa, menegaskan kasus ini tidak boleh hanya diselesaikan dengan meminta pertanggungjawaban sopir truk semata.
“Tidak sesuai dengan anggaran, kita minta proses ini secara hukum. Jangan hanya menyalahkan sopir truk. Ini sudah menjadi konsumsi publik, maka harus diselidiki,” kata Hasran, Kamis (15/1/2026).
Menurut Hasran, meskipun belum ada laporan resmi dari masyarakat, aparat penegak hukum tetap memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan karena peristiwa tersebut telah diketahui luas oleh publik.
“Kenyataannya sekarang terlihat, kualitas bangunan yang diharapkan masyarakat ternyata justru roboh. Ini menunjukkan ada persoalan serius dalam pembangunan,” ujarnya.
Hasran juga menyayangkan pernyataan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait yang menyebutkan pembangunan gapura tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis.
“Pernyataan bahwa bangunan itu sesuai spek sangat kita sayangkan. Seluruh publik bisa menilai kualitas bangunan ini. Diduga tidak sesuai dengan anggaran, maka harus diproses,” tegasnya.
Sebelumnya, Kabid Cipta Karya Dinas PU PR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kota Lubuklinggau, Aries Sandra Pama menyatakan bahwa spesifikasi gapura tersebut telah sesuai.
“Itu sudah sesuai perencanaan memang bentuknya seperti itu tapi nanti akan diperkuat kembali,” pungkasnya.
Diketahui, proyek pembangunan Gapura Kenanga menelan anggaran sebesar Rp199.433.400 yang bersumber dari APBD Kota Lubuklinggau Tahun 2025. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Bos Muda Kontraktor dan rampung pada penghujung Desember 2025.[YKP]

