RELUNG.ID – Harapan Timnas Indonesia U-23 untuk melangkah ke babak semifinal Piala Asia 2025 pupus setelah kekalahan telak 0-6 dari Korea Utara di perempat final. Laga yang berlangsung di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Senin (14/4/2025), malam, memperlihatkan dominasi total Korea Utara sejak awal pertandingan.
Babak Pertama: Garuda Muda Tertekan
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Korea Utara langsung menguasai jalannya pertandingan. Hasilnya, pada menit ke-7, Choe Song-hun mencetak gol pembuka melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok dari Pak Kwang-song, mengubah skor menjadi 1-0.
Tekanan berlanjut, dan di menit ke-19, Kim Tae-guk memenangi duel udara, mengirim bola ke arah Kim Yu-jin. Tembakannya yang sempat mengenai Mathew Baker membuat bola meluncur ke sudut kiri gawang Indonesia. Skor 2-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Serangan Tanpa Henti dari Korea Utara
Memasuki babak kedua, Indonesia kembali kebobolan saat laga baru berjalan tiga menit. Ri Kyong-bong mencetak gol ketiga melalui umpan silang Pak Kwang-song yang diselesaikannya dengan satu sentuhan.
Petaka bertambah di menit ke-59 ketika wasit menunjuk titik putih setelah bola mengenai lengan Putu Panji di area penalti. Kim Tae-guk yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan peluang, membawa Korea Utara unggul 4-0.
Hanya dua menit berselang, Ri Kang-rim memanfaatkan kesalahan lini belakang Indonesia dan mencetak gol kelima dengan tembakan jarak dekat. Serangan bertubi-tubi terus datang, dan pada menit ke-77, Pak Ju-won menutup pesta gol Korea Utara dengan sundulan memanfaatkan sepak pojok.
Langkah Korea Utara Berlanjut, Indonesia Harus Pulang
Dengan skor akhir 6-0, Korea Utara melaju ke semifinal dan akan menghadapi Uzbekistan yang sebelumnya mengalahkan Uni Emirat Arab 3-1. Sementara itu, kekalahan ini menghentikan langkah Indonesia di perempat final, menyamai pencapaian terbaik mereka di edisi 2018.
Meski gagal melaju lebih jauh, perjuangan Garuda Muda tetap diapresiasi. Pelatih dan pemain diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari turnamen ini untuk memperbaiki performa di kompetisi mendatang.
Indonesia kini harus bersiap untuk menghadapi turnamen berikutnya dengan harapan membangun kembali kekuatan tim demi prestasi yang lebih baik.[THQ]

