RELUNG.ID – Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DisPerkim) Provinsi Sumatera Selatan, yang sebelumnya dikenal sebagai Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK), digeledah oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumsel (Kejati Sumsel) terkait penyelidikan kasus masa lalu.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memberikan tanggapan terkait penggeledahan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelidikan lama, bukan terkait kesalahan baru.
“Itu adalah kelanjutan dari tahap awal penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh kejaksaan. Mudah-mudahan proses ini tidak mengganggu rencana pembangunan di masa depan,” ujar Deru di Griya Agung, Senin (14/4/2025).
Sementara itu, Herman Deru menyoroti upaya Pemprov Sumsel untuk melanjutkan pembangunan Pasar Cinde, yang menjadi salah satu ikon Palembang. Pemprov saat ini sedang menunggu opini hukum (legal opinion) untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan.
“Identitas Pasar Cinde sebagai pasar tradisional harus dipertahankan. Ini adalah kebanggaan masyarakat, khususnya para pedagang dan pelanggan setia. Tidak boleh ada pencampuran fungsi seperti apartemen di area tersebut,” tegas Deru.
Gubernur menyatakan bahwa Pemprov Sumsel telah mempersiapkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk merevitalisasi Pasar Cinde. Pembangunan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi pasar tradisional tersebut, meski tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi saat ini.
“Jika legal opinion keluar segera, kami langsung anggarkan dan mulai pembangunan. Tujuan kami adalah mengembalikan fungsi awal pasar sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” imbuhnya.
Herman Deru menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Cinde akan tetap menjaga identitasnya sebagai pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memastikan Pasar Cinde tetap menjadi pusat ekonomi rakyat yang ramah bagi pedagang kecil dan pembeli sehari-hari.
“Pasar ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga budaya dan sejarah yang harus kita lestarikan,” tutupnya.
Proses hukum dan pembangunan Pasar Cinde kini menjadi sorotan masyarakat Sumatera Selatan, mengingat perannya sebagai bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi di Palembang.[THQ]

