RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyiapkan strategi baru untuk memperkuat pengendalian banjir pada 2026 dengan fokus pada modernisasi peralatan pengerukan sungai dan drainase. Langkah ini diambil setelah capaian pengurangan luas genangan banjir dinilai menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) di DPRD Palembang, Wali Kota Ratu Dewa menyampaikan bahwa luas genangan banjir berhasil ditekan hingga 1.650 hektare, dari total awal sekitar 6.800 hektare menjadi sekitar 5.150 hektare.
“Pemerintah Kota melalui Dinas PUPR pada tahun anggaran 2025 telah berhasil mengurangi ruas genangan banjir dari total awal 6.800 hektare menjadi sekitar 5.150 hektare,” ungkap Ratu Dewa, Senin (6/4/2026).
Keberhasilan tersebut dinilai merupakan hasil konsistensi normalisasi anak sungai serta optimalisasi fungsi kolam retensi yang dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah menilai pendekatan teknis ini mampu memperlancar aliran air menuju Sungai Musi sebagai muara utama.
Untuk mempercepat progres di 2026, Pemkot akan menambah sejumlah alat berat yang dirancang khusus menjangkau wilayah rawa maupun sungai dangkal yang selama ini sulit diakses alat konvensional. Beberapa di antaranya meliputi excavator amfibi mini, excavator long arm, mini spider, dump truck untuk pengangkutan sedimen, serta mobil pompa penyedot lumpur.
Sebanyak 531 personel pasukan biru atau satgas banjir juga dikerahkan setiap hari untuk menjaga kebersihan drainase dan memastikan kolam retensi berfungsi optimal. Pemeliharaan saluran air dijadwalkan rutin minimal setiap empat bulan di seluruh kelurahan, dengan prioritas wilayah rawan genangan seperti Plaju Ulu dan Jalan Sentosa.
“Normalisasi anak sungai dilakukan setiap tahun melalui kegiatan operasi dan pemeliharaan untuk memastikan aliran air lancar menuju muara Sungai Musi,” tambahnya.
Selain penguatan infrastruktur, Pemkot juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan karena sampah rumah tangga masih menjadi penyebab utama tersumbatnya pintu air dan pompa di sejumlah kolam retensi. [THQ]

